Sukuk Global Pacu Kenaikan Cadangan Devisa

(Ata/E-3) 
09/3/2019 02:40
Sukuk Global Pacu Kenaikan Cadangan Devisa
(Direktur Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan . Foto: IECD)

JUMLAH cadangan devisa Indonesia meningkat sekitar US$3,2 miliar menjadi US$123,3 miliar pada akhir Februari 2019 dari US$120,1 miliar di Januari 2019 menyusul aliran dana masuk ke surat utang sukuk global pemerintah.

“Peningkatan cadangan devisa pada Februari 2019 terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas (minyak dan gas), serta penerimaan valas lainnya,” ungkap Direktur Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan dalam keterangan tertulisnya mengenai peng­umuman cadangan devisa akhir Februari 2019, di Jakarta, Jumat (8/3).

BI mencatat jumlah cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan devisa Indonesia juga berada di atas standar kecukupan internasional, yakni untuk pembiayaan sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ucap Junanto.

Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta perbaikan kinerja ekspor.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan peningkatan cadangan devisa akan berdampak baik pada intervensi rupiah.

Namun begitu, Bhima mengingatkan agar peningkatan cadangan devisa tidak hanya melalui kenaikan penerbitan utang pemerintah, tetapi juga dari segi ekspor dan pariwisata.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan jumlah cadangan devisa itu sudah melampaui untuk membayar utang Indonesia serta melakukan langkah-langkah stabilisasi. “Dengan jumlah ini lebih dari cukup untuk membayar utang Indonesia, impor, dan melakukan langkah-langkah stabilisasi serta nilai tukar rupiah,” pungkas Perry saat ditemui di Gedung BI, Jumat (8/3). (Ata/E-3) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya