Gejolak Ekonomi Mereda Rupiah Diprediksi Menguat

(Nur/E-2)
06/3/2019 02:45
Gejolak Ekonomi Mereda Rupiah Diprediksi Menguat
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Gejolak ekonomi global yang mulai mereda diyakini akan memperkuat nilai tukar rupiah. Hal itu diungkapkan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, Selasa (5/2).

Menurut dia, berbagai permasalahan yang memengaruhi perekonomian global, seperti kenaikan suku bunga bank sentral AS hingga sengketa dagang antara AS dan Tiongkok, telah mereda. 

“Tinggal Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) yang belum selesai. Lalu, yang terkait risiko geopolitik juga tidak sebesar dulu. Jadi, hemat saya kecenderungannya masih ada ruang rupiah menguat,” kata Nanang saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/2).

Saat ini, dinilai Nanang, mata uang garuda masih dalam kondisi stabil. Pasalnya, rupiah tidak berfluktuasi secara tajam. Ada sejumlah hal yang menyebabkan itu, antara lain kegiatan ekspor-impor dan masuknya aliran modal asing. Data terakhir, aliran modal ­asing yang masuk ke Indonesia sebanyak Rp68 triliun.

“Jadi rupiah stabil sekarang. Yang suplai ada, yang jual ada, eksportir juga aktif, importir masuk, inflow masuk, jadi agak lebih berimbang. Makanya tidak terlalu fluktuasi dan ini dibantu dengan pasar DNDF (domestic non deliverable forward), banyak yang sudah lakukan hedging. Dengan hedging, pelaku pasar tidak terburu-buru beli ke spot market,” tuturnya. 

Secara terpisah, ekonom senior UBS Investment Bank Edward Teather menilai pelambatan ekonomi global akibat perang dagang membuat perekonomian di ASEAN turut melambat. Namun, menurut dia, perlambatan tersebut hanya sedikit berpengaruh terhadap Indonesia. Hal itu, kata dia, karena ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang pertumbuhan konsumsi dan investasi. 

Dia memprediksi  tahun ini impor tetap tumbuh moderat. Adapun ekspor akan bisa tumbuh di semester kedua karena adanya kepastian kondisi global, terutama mengenai suku bunga The Fed. (Nur/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya