Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian terus mendorong pertumbuhan industri hilirisasi batu bara agar dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang tinggi dan sebagai substistusi impor seperti urea, dimethyl ether (DME), serta polypropylene.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat ke-terangannya yang diterima di Jakarta, kemarin, mengatakan langkah strategis itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk, bahan bakar, dan plastik yang akan digunakan di dalam negeri hingga mengisi permintaan pasar ekspor.
“Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan, pengembangan industri pengolahan difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan energi yang berkesinambung-an dan terjangkau,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Airlangga menyampaikan hal itu pada Pencanangan Industri Hilirisasi Batu Bara di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Kegiatan tersebut turut pula dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam rangkaian acara, Menteri Airlangga juga berkesempatan menandatangani prasasti pencanangan Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ).
“Sektor industri inilah yang sekarang diperlukan sesuai dengan arahan Presiden karena merupakan substitusi impor dan dapat memperkuat cadangan devisa kita. Karena itu, klaster Tanjung Enim dengan luas 300 hektare ini akan menjadi kawasan industri baru yang terintegrasi,” tutur Airlangga.
Menperin memberikan apresiasi kepada PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (persero), PT Pupuk Indonesia (persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang sedang mengembangkan industri hilirisasi batu bara di mulut tambang Tanjung Enim.
Pada Desember 2017, keempat perusahaan tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk meng-olah batu bara kalori rendah dengan teknologi gasifikasi sehingga menghasilkan produk akhir bernilai jual tinggi.
Pembangunan pabrik peng-olahan gasifikasi batu bara senilai US$1,2 miliar itu akan menciptakan lapangan kerja bagi 1.400 orang dan mulai beroperasi pada November 2022. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved