Tol Trans-Jawa Gerus Penumpang Pesawat

Nur Aivanni
01/3/2019 23:40
Tol Trans-Jawa Gerus Penumpang Pesawat
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Industri penerbangan perlu mengantisipasi dampak keberadaan Tol Trans-Jawa yang dapat mendorong peralihan pengguna angkutan udara ke moda transportasi darat.

Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kehadiran Tol Trans-Jawa menyebabkan peralihan pengguna angkutan udara ke moda transportasi darat.

“Secara umum ada peralihan, dengan tol yang langsung meng­hubungkan Jakarta-Surabaya, itu membuka peluang angkutan udara yang mengalami kenaikan tarif jadi beralih ke darat,” tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, Jumat (1/2).

Ia menjelaskan keberadaan tol itu turut memengaruhi penurunan jumlah penumpang penerbangan domestik pada Januari 2019. Meski sebenarnya penurunan itu juga  dipengaruhi kebijakan bagasi berbayar dan  faktor musiman.

Yunita mengatakan bahwa jumlah penumpang penerbangan domestik mengalami penurunan secara bulanan 16,07% (month to month/mtm), sedangkan secara tahunan turun 12,55% (year on year/yoy).

BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2019 sebanyak 6,7 juta orang atau turun 16,07% jika dibanding dengan Desember 2018. Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 23,31%, kemudian Juanda 12,74%, Ngurah Rai sebesar 9,90%, Hasanuddin 6,55%, dan bandara lainnya 16,29%.

Kenaikan jumlah penumpang penerbangan domestik selama Januari 2019 hanya terjadi di Bandara Kualanamu Medan sebesar 9,01%.

Yunita menjelaskan bahwa penyebab penurunan jumlah penumpang penerbangan domestik itu salah satunya oleh faktor kebijakan bagasi berbayar yang diberlakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan beberapa waktu lalu.

Untuk penerbangan internasionalnya tidak terpengaruh oleh hal tersebut. Kendati jumlah penumpang penerbangan internasional sepanjang Januari 2019 secara bulanan mengalami penurunan 7,18% (mtm), secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 11,27% (yoy).

Wisman turun
Seperti penurunan jumlah penumpang pesawat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia pada Januari 2019 mengalami penurunan sebesar 17,6% jika dibandingkan dengan Desember 2018.  Hanya jumlah wisman Januari 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,22% jika dibandingkan dengan Januari 2018, yakni dari 1,10 juta kunjungan menjadi 1,16 juta kunjungan.

“Ini pola musiman. Desembernya sudah mengalami kenaikan sehingga di Januarinya memang biasanya turun,” jelas  Yunita.

Jumlah wisman yang datang ke Indonesia melalui pintu masuk udara sebanyak 743.949 kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 224.534 kunjungan dan pintu masuk darat sebanyak 190.679 kunjungan.

Dari 1,16 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah Tiongkok memiliki persentase kenaikan paling tinggi jika dibanding dengan Januari 2018, yaitu sebesar 73,01%. Penurunan tertinggi terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Papua Nugini, yaitu sebesar 55,11%.

Menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Tiong­kok sebanyak 176,3 ribu kunjungan (15,23%), Malaysia 159,71 ribu (13,79%), Timor Leste 142,31 ribu (12,29%), Singapura 118,81 ribu (10,26%), dan Australia 106,87 ribu kunjungan. (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya