Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko (DJPPR) kembali meluncurkan instrumen investasi sukuk dengan Seri SR-011 yang dapat dibeli masyarakat.
Sukuk seri SR-011 menawarkan tingkat imbalan tetap sebesar 8,05% per tahun dan memiliki tenor 3 tahun dengan tanggal pembayaran imbalan setiap tanggal 10 setiap bulannya.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan bahwa sukuk ritel ini dapat diperdagangkan.
“Jadi kalau investor lagi butuh dana ini bisa diperdagangkan di secondary market, “ kata Luky di Jakarta, Jumat (1/2).
Pemesanan terhadap sukuk SR-011 dapat dilakukan melalui 22 mitra distribusi yang terdiri dari perbankan dan perusahaan sekuritas.
Para mitra distribusi itu ialah Citibank NA Indonesia, BRI Syariah, BCA, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, DBS Indonesia, HSBC Indonesia, Bank Mandiri, Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Muamalat, BNI, OCBC NISP, Panin, Bank Permata, BRI, Bank Syariah Mandiri, BTN, CIMB Niaga, Standard Chartered, MNC Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.
Pembukaan masa penawaran telah dimulai kemarin hingga 21 Maret mendatang.
Penetapan hasil penjualan akan dilakukan pada 26 Maret dan settlement-nya pada 28 Maret.
Masyarakat dapat membeli sukuk ritel yang mempunyai tanggal jatuh tempo pada 10 Maret 2022 ini dengan minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.
Luky menargetkan target indikatif dari sukuk seri SR-011 ini sebesar Rp10 triliun.
“Kalau kemarin yang SBR-005 kita mencapai Rp4 triliun, lalu yang ST-003 kita mendapatkan Rp3 triliun, untuk SR-011 kita targetkan sebesar Rp10 triliun,” tandasnya. (*/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved