Ketersediaan Likuiditas Perlu Diperhatikan

(Try/E-1)
01/3/2019 02:30
Ketersediaan Likuiditas Perlu Diperhatikan
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PRESIDEN Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiadmadja menekankan pen tingnya ketersediaan likuiditas perbankan guna menopang gerak perekonomian.

Kondisi likuiditas perbankan tidak menghadapi masalah selama ekonomi berjalan normal dan pertumbuhan kredit berada di kisaran 10%. Namun, harus diingat bahwa rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) telah mencapai 93%-94%.

“Saya sebagai orang bank mengatakan ini sudah rada orange. Bukan (bermaksud) mengurangi optimisme, karena likuiditas itu penting sekali,” kata Jahja di acara Outlook Economy yang di selenggarakan CNBC Indonesia, di Jakarta,  Kamis (28/2).

Saat ini bank masih memiliki cadangan likuiditas pertama dalam bentuk giro wajib minimum (GWM) dan cadangan kedua pada surat berharga jangka pendek.

“Kalau (cadangan) ini terpakai dan jangka waktu lama,  bisa bahaya. Bank harus tetap mencari dana pihak ketiga (DPK) sebagai sumber kredit. Tapi kalau nasabah besar teriming-imingi SBN dengan bunga tinggi, bank mungkin masih punya likuiditas, tapi sementara, dan tidak menggantikan DPK,” tandas Jahja.

Sebelumnya di acara yang sama, Bank Indonesia (BI)  berjanji menjaga kecukupan dana atau likuiditas di industri perbankan sehingga tidak ada lagi alasan bank untuk menaikkan suku bunga kredit karena alasan sulitnya likuiditas.

Gubernur BI Perry Warjiyo bahkan menantang para pemimpin perbankan langsung menyampaikan kepada-nya jika terdapat tanda-tanda kesulitan likuiditas di pasar keuangan.

“Kami ingin pastikan likuiditas lebih dari cukup. Semoga Pak Jahja dan kawan-kawan perbankan tidak perlu menaikkan suku bunga kredit, supaya terus menggerojoki pembiayaan kredit. Itu konteks likuditas kita jaga cukup, kalau kurang, bilang saya,” kata Perry.

BI tak akan ragu untuk melakukan operasi moneter untuk menginjeksi likuiditas. Akhir tahun lalu, BI menginjeksi likuiditas Rp120 triliun, dilanjutkan Rp75 triliun pada Januari 2019.

Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan likuiditas perbankan dalam posisi yang cukup meski lebih kecil jumlahnya daripada bulan-bulan sebelumnya. (Try/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya