Transaksi Cashless Baru Capai 2%

Cahya Mulyana
27/2/2019 17:38
Transaksi Cashless Baru Capai 2%
(ilus ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ama.)

EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pasar teknologi finansial (tekfin) masih sangat besar untuk digarap perusahaan yang bergerak di jasa keuangan. Pasalnya, transaksi melalui cashless baru mencapai 2%.

"Langkah Bank Himbara masuk ke tekfin melalui LinkAja sudah tepat karena pasar fintech pembayaran masih cukup luas di Indonesia. Jumlah transaksi cashless masih dibawah 2%, sementara lebih dari 80% masyarakat di Indonesia sudah memiliki smartphone," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (27/2).

Baca juga: Kejaksaan Optimistis Bisa Buktikan Perbuatan Ratna Sarumpaet

Menurut dia, pemain tekfin pembayaran yang masuk di QR code saat ini belum sebanyak di sektor pinjaman. Sejauh ini, baru ada 3 pemain besar yang mengabil kue transaksi pembayaran cashless berbasis teknologi yakni OVO, Gopay, dan BCA.

Catatan yang harus dipegang bisnis ini meliputi, pembayaran merupakan bisnis yang relatif mahal karena harus mengeluarkan biaya besar untuk promosi dan diskon.Kondisi pada 3 tahun pertama bisa merugi demi merebut market shares.Catatan berikutnya soal teknologi, untuk dorong inklusi keuangan, sebaiknya teknologi tidak saja berbasis aplikasi melainkan berbasis SSID. Contohnya MPESA di Afrika yang sukses mendorong inklusi keuangan.

"Kemudian cashless di pedesaan dan pasar tradisional dengan infrastruktur internet yang terbatas belum disasar pemain existing," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya