BI Tetap Prioritaskan Kebijakan Jaga Stabilitas Eksternal

Fetry Wuryasti
21/2/2019 21:05
BI Tetap Prioritaskan Kebijakan Jaga Stabilitas Eksternal
(antara)

BANK Indonesia menekankan stance atau arah kebijakan mereka tetap konsisten untuk memperkuat stabilitas eksternal khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

"Keputusan kami mempertahankan BI rate pada level 6% itu  sebagai bagaian koordinasi dengan pemerintah menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) dari 2,98% pada tahun 2018 mengarah ke 2,5% PDB," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (21/2).

Dengan mempertahankan BI rate, dengan juga kebijakan fiskal akan menjaga permintaan domestik. Di sisi lain pemerintah juga terus menempuh kebijakan-kebijakan dari sisi sektor riil untuk mendorong ekspor termasuk juga pemangkasan prosedur perizinan investasi sampai pemberian tax holiday.

Dengan mempertahankan BI rate di 6%, juga mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Artinya, baik secara kebijakan suku bunga riil maupun perbedaan tingkat suku bunga dalam dan luar negeri secara nominal itu akan tetap menarik. Bila disparitas ini menarik, aliran modal asing dipercaya akan terus masuk ke Indonesia.

Stabilitas eksternal Indonesia bisa diukur dari kondisi neraca pembayaran Indonesia. Dengan mengendalikan defisit transaksi berjalan dan menaikkan surplus neraca modal untuk memperkuat stabilitas eksternal.

"Stance kami untuk suku bunga masih diprioritaskan untuk stabilitas eksternal," tukas Perry. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya