Danamon Catatkan Laba Bersih Rp3,9 Triliun

Fetry Wuryasti
21/2/2019 03:30
 Danamon Catatkan Laba Bersih Rp3,9 Triliun
(ist)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berhasil meraih laba bersih Rp3,9 triliun pada 2018, atau tumbuh 7% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong pertumbuhan kredit di se­jumlah segmen yang diandalkan seperti perbankan usaha kecil dan menengah (UKM), con­sumer mort­ga­ge, enterprise banking, serta pembiayaan kenda­raan bermotor melalui Adira Finan­ce.
Peningkatan laba juga didorong  turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5%.

Direktur Utama Bank Dana­mon Sng Seow Wah dalam pa­paran publik mengatakan sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun lalu, yang  di­­tandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi ke­uangan terbesar di dunia, MUFG.
Hal itu merefleksikan ke­yakinan dan optimisme MUFG atas potensi pertumbuhan Indonesia ke depan.

“Kami membukukan pertum­buhan laba dari inisiatif transformasi jangka panjang, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan menerapkan solusi berbasis teknologi dan digital,” kata Sng Seow Wah saat paparan kinerja di Jakarta, kemarin.
Dijabarkan Direktur Keu­ang­an Danamon Satinder Ahluwa­lia, portofolio kredit UKM terca­tat tumbuh 10% menjadi Rp 31,2 triliun.

Portofolio enterprise banking, terdiri atas perbankan korporasi, komersial, dan insti­tusi ke­uangan, tumbuh 11% men­jadi Rp41,5 triliun.

“Sementara kredit consumer mortgage atau hunian tumbuh 29% menjadi Rp7,8 triliun. Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13% secara keseluruhan menja­di Rp51,3 triliun pada akhir 2018,” jelas Satinder.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12% men­ja­di Rp137,2 triliun jika diban­dingkan dengan setahun sebelumnya.

Bank juga tercatat masih memiliki likuiditas dan permodal­an yang sehat. Rasio intermedia­si makroprudensial (RIM) atau macroprudential intermediation tatio pada 97,2%.

Rasio kredit dalam perhatian khusus Danamon membaik men­jadi 9,8% dari 11,0% setahun sebelumnya.

Adapun rasio kredit berma­salah (non-performing loan/NPL) ada di posisi 2,7% dari 2,8% di akhir tahun 2017. Rasio biaya kredit (cost of credit ratio) membaik menjadi 2,5% dari 2,8% pada tahun sebelumnya.

Saat ini Danamon  akan fokus untuk menyelesaikan proses legal dan operasional merger dengan Bank Nusantara Parah­yang­an (BNP) sebelum kemudi­an MUFG menjadi pemegang sa­ham mayoritas (73%) Bank Danamon. Nan­tinya portofolio BNP bisa dimanfaatkan untuk perluasan bisnis di daerah Jawa Barat.

Laba Bank Niaga
PT Bank CIMB Niaga Tbk  mem­bukukan laba bersih konso­lidasi (diaudit) sebesar Rp3,5 triliun pada akhir 2018, atau naik 16,9%  dan menghasilkan earnings per share Rp139,67.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan kinerja bank pada 2018 mengalami kemajuan di tengah proses rekalibrasi bisnis dan kondisi pasar yang menantang.

Pertumbuhan laba bersih didukung pendapatan nonbunga yang naik13,8% menjadi Rp3,8 triliun, serta penurunan pada biaya kredit sebesar 63 bps, dari 2,26% menjadi 1,63%. Adapun rasio loan loss coverage CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 105,86%.
“Pencapaian ini berkontribusi pada perolehan laba bersih secara tahunan yang tumbuh 16,9% menjadi Rp3,5 triliun,” ujar Tigor.

Di segmen perbankan syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencapai Rp26,5 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp23,7 triliun  per 31 Desember 2018.
Saat ini CIMB Niaga Syariah merupakan bank syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya