Revitalisasi Pasar untuk Angkat Kesejahteraan Pedagang

Andhika Prasetyo
20/2/2019 16:30
Revitalisasi Pasar untuk Angkat Kesejahteraan Pedagang
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

KEMENTERIAN Perdagangan berkomitmen terus menjalankan program revitalisasi pasar.

Sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Kemendag mencanangkan memugar sebanyak 5.000 pasar.

Adapun, sepanjang 2015 hingga 2018, revitalisasi yang telah terealisasi mencapai 4.211 unit.

Melanjutkan kinerja pada empat tahun ke belakang, pada 2019, Kemendag menargetkan pemugaran terhadap 1.030 pasar sehingga realisasi yang dicapai akan melebih target.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengungkapkan program tersebut dilaksanakan tidak lain untuk meningkatkan pendapatan para pedagang pasar yang pada akhirnya dapat mengangkat kesejahteraan mereka.

Baca juga: Pedagang Telur Asin di Pantura akan Dapat Fasilitas di Rest Area.

Pasar yang telah direvitalisasi akan memiliki kondisi yang lebih baik, mulai dari kios hingga penataan produk yang diperdagangkan.

“Kita tahu banyak pasar yang kondisinya kurang baik. Kiosnya, lantainya. Dengan revitalisasi, pasar jadi bersih, sehat dan aman,” ujar Tjahja di kantornya, Rabu (20/2).

Revitalisasi tidak hanya dilakukan terhadap fisik pasar tetapi juga pada sistem manajemen pengelolaan. Para pengelola pasar diberikan pelatihan sehingga mendapat pemahaman yang tepat terkait tata kelola yang baik termasuk dalam zonasi produk.

Sepanjang 2018, Kemendag memberikan pelatihan terhadap 800 pengelola pasar. Pada tahun ini, ditargetkan program itu akan diberikan kepada 300 pengelola lainnya.

“Ada zona basah dan zona kering. Nanti tidak ada lagi pedagang yang jual pakaian di antara bumbu dapur. Tidak ada yang jual sayur di zona pakaian. Tidak ada yang menjual ayam sementara di sampingnya ada pedagang makanan,” jelas Tjahja.

Dengan kondisi yang jauh lebih teratur, masyarakat tentu akan merasa lebih nyaman dan aman berada di pasar. Jumlah pengunjung akan meningkat dari waktu ke waktu. Itu akan membuat transaksi menjadi lebih besar dan memberikan keuntungan kepada para pedagang.

“Seperti Pasar Lagita di Bengkulu yang omzetnya naik sampai 80% setelah direvitalisasi. Tujuan itu yang ingin kami capai. Bagaimana membuat pasar lebih menarik, tidak kalah dengan pasar modern,” tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya