Renesola Perkuat Posisi Bisnis di 2019

Micom
19/2/2019 17:25
Renesola Perkuat Posisi Bisnis di 2019
(Ist)

SEBAGAI salah satu pemain multinasional di industri perlampuan, Renesola Indonesia, sudah merancang beberapa strategi untuk memperkuat posisi perusahaan di Indonesia pada 2019.

"Mulai dari kolaborasi, akuisi, hingga ekspansi bisnis dijadikan sebagai sarana peningkatan kinerja perusahaan," kata Noor Miftah Bakry selaku Country Director Renesola Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/2).

Renesola Indonesia, bersama PT Pixel Perdana Jaya (Pixel), yang ditunjuk oleh TP Vision sebagai agen tunggal LED TV Philips di Indonesia, sepakat melakukan kolaborasi untuk memperkuat bisnis masing-masing pada 2019.

"Kebetulan kami mempunyai platform sama dengan Renesola yaitu fokus pada produk dengan kualitas tinggi, selalu menampilkan teknologi terbaru, tetapi ditawarkan dengan harga cukup rasional," ujar Presiden Direktur PT Pixel Perdana Jaya, Andre Satrawidjaya.

Kolaborasi ini akan memberikan tambahan benefit dengan sharing network dengan Pixel yang juga menjadi distributor untuk beberapa produk elektronik dan small appliance merek ternama di Indonesia.

Pixel juga akan memberikan dukungan penuh untuk material promosi yang akan digunakan Renesola untuk satu tahun ke depan. Sebagai salah satu langkah konkret untuk kolaborasi ini, Renesola menyiapkan produk khusus dengan dua teknologi baru yang akan menjadi unggulan dari produk ini.

"Kami selalu mendorong keunggulan-keunggulan dengan konsep S&M atau seen and measurable, dan sangat menghindari mendorong fitur yang abstrak dan tidak terukur," imbuh Miftah.

Selain pengembangan promosi dan distribusi, Renesola juga memperkuat sisi logistik untuk membantu pengembangan bisnis Renesola di Indonesia.

Mulai tahun ini, Renesola melalui salah satu group nya, akan melakukan akuisisi bertahap terhadap PT Sahabat Utama Indonesia (SUI), sebuah perusahaan freight and forwarder dan transporter yang sudah berpengalaman selama 10 tahun di dunia logistik di Indonesia.

Miftah menambahkan, keuntungan yang didapatkan dari proses ini, Renesola akan mempunyai kontrol penuh terhadap end to end proses sejak produk keluar dari pabrik sampai produk itu sampai di pelanggan.
Tidak cukup sampai disitu, ekspansi teritorial juga sudah disiapkan oleh PT Renesola Distribusi Indonesia (RDI) sebagai master distributor dari produk-produk lampu Renesola.

Infrastruktur berupa pergudangan maupun transportasi serta sumber daya manusia juga sudah dipersiapkan untuk menunjang ambisi dari Renesola pada 2019 ini.

Direktur Utama RDI, Djuanda Laory, mengatakan, pengembangan wilayah ini juga akan didukung dengan promo-promo lokal yang sangat menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, selain promo nasional yang sudah diluncurkan oleh pihak principal.

Ekspansi berikutnya ialah ekspansi ke industri solar. Renesola akan mulai mengembangkan bisnis solar di Indonesia. Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), energi terbarukan di Indonesia ini hanya mempunyai kontribusi sebesar 14,5% dari total kapasitas energi yang terpasang di Indonesia sebesar 57,6 GW.

Solar sendiri hanya memberikan kontribusi kurang dari 1% dari total kapasitas energi yang terpasang.

Pemerintah berniat untuk mengonversi 23% dari total suplai energi menjadi energi terbarukan sampai dengan 23% di 2025 dan kemudian 31% di 2050. Rencana ini untuk mendukung Paris Climate Agreement.

Dengan pengembangan di industri masa depan seperti solar ini, Renesola berharap menjadi perusahaan yang relevan di masa depan.

Miftah menambahkan, dalam waktu dekat Resenola Indonesia akan meluncurkan produk Solar PV beserta turunannya, inverter, charger, dan produk-produk lain terkait dengan Solar PV (Photo Voltaic) dan komponen nya.

"Target pasar kami, selain dari pembangkit surya (PLTS) juga Building Integrated Solar PV (Rooftop Solar PV), lampu penerangan jalan umum solar, serta solar home system. Kami juga menargetkan beberapa produsen solar PV untuk bisa menggunakan komponen Solar Panel Renesola. Untuk module PV, kami akan melakukan perakitan dengan beberapa pihak yang berpengalaman dan berkompetensi di bidang ini. Kami bisa segera mencapai minimum 40% konten lokal," pungkasnya. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya