Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 secara garis besar akan bersifat tematik, seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN). Semua pembangunan itu akan terintegrasi dengan infrastruktur yang berdiri saat ini, seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.
“Pada periode 2014-2019, pembangunan KSPN, KEK, dan PLBN sedianya dilaksanakan tapi belum maksimal karena pemerintah coba memprioritaskan pembangunan infrastruktur berbasis konektivitas sebagai fondasi dasarnya. Yang belum-belum di situ nanti diselesaikan semua,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono mengatakan, di Jakarta, kemarin.
Untuk konteks secara mendetail, ia mengatakan pihaknya akan lebih dulu berdiskusi dengan semua pihak dari setiap wilayah sekaligus menunggu penyelarasan dengan visi misi presiden terpilih. Pada intinya, apa yang akan dilakukan pada lima tahun ke depan tidak lain ialah penyempurnaan atas capaian yang diraih pada saat ini.
Sebagaiman diketahui, pemerintah berhasil mencapai target pembangunan infrastruktur berbasiskan konektivitas yang ditetapkan dalam RPJMN 2014-2019. Dalam empat tahun, pemerintah merealisasikan pembangunan jalan baru sepanjang 3.387 km, jauh melampaui target 2.650 km. Begitupun pembangunan jembatan mencapai 41.107 meter dari target 29.859 meter.
Untuk tol, dalam empat tahun terakhir pemerintah membangun sepanjang 782 km dari target 1.852 km. Sisa kekurangan diyakini dapat diselesaikan tahun ini.
Hadi menegaskan kesuksesan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari peran BPIW yang melaksanakan perencanaan matang dan terpadu dari berbagai sektor demi menciptakan kawasan yang tidak hanya terbangun, tetapi juga terintegrasi sehingga mampu berkembang dan bermanfaat maksimal kepada masyarakat.
Semua pembangunan, kata dia, harus dijalankan dengan tahap runut tanpa mendahului satu sama lain, mulai dari survei, investigasi, desain, akuisisi lahan, konstruksi, operasional, hingga perawatan. “Dengan begitu, semua proses pengerjaan dan hasil dari pembangunan akan terpadu dan memberikan manfaat optimal.” (Pra/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved