Pemerintah Patahkan Tuduhan Harga Beras Termahal

Cahya Mulyana
15/2/2019 17:47
Pemerintah Patahkan Tuduhan Harga Beras Termahal
( MI/RAMDANI)

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras dalam negeri masih terjangkau seluruh kalangan. Jika dibandingkan dengan harga jual di Jepang, harga beras di pasar ritel dalam negeri jauh lebih murah.

"Harga tersebut kalau di pasar ritel jangan bilang kita termahal," terangnya di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/2).

Darmin menjelaskan bahwa harga kedua komoditas tersebut masih di bawah daya beli masyarakat. Memang di Thailand lebih murah tapi itu akan menjadi lebih mahal karena butuh biaya impor untuk masuk ke pasar nasional.

Kemudian, Darmin membandingkan harga beras nasional bisa separuhnya dari harga beras di Jepang. "Coba saja beli beras di Jepang, bisa harganya dua kali lipat dari kita," katanya.

Ia enggan membahas lebih jauh karena isu ini bermuara dari kontestasi politik yang sedang memanas. "Sebenarnya saya enggan berbicara yang berkaitan dengan politik," pungkasnya.

Tuduhan harga beras Indonesia paling mahal sedunia berawal dari paparan Calon Presiden Nomor Urut Dua Prabowo Subianto saat mendatangi wilayah Jawa Tengah. Namun jika mendasarkan pada data Numbeo.com, situs penyaji data harga dari berbagai negara, harga beras di Indonesia menduduki peringkat 80 yakni senilai USD0,88 kilogram atau Rp12.404.

Harga beras di Indonesia lebih murah dibanding Thailand menduduki peringkat 52 dengan harga beras USD1,20 per kilogram atau Rp16.925. Kemudian harga beras per kilogram di Jepang seharga USD4.20 atau Rp59.362, Amerika Serikat USD3.89 per kilogram atau Rp54.981, Korea Selatan USD3,68 per kilogram atau Rp52.013, Taiwan USD3.38 per kilogram atau Rp47.772 dan Iran USD3,18 per kilogram atau Rp44.946. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya