Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur yang digenjot pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla empat tahun terakhir terbukti mampu meningkatkan daya saing Indonesia.
Hal ini dikemukakan Direktur Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Kementerian PU-Pera, Putut Marhayudi, dalam diskusi bertajuk Utang dan Manfaat Infrastruktur di Jakarta, kemarin.
"Daya saing infrastruktur setiap tahun meningkat karena dibangun untuk keseimbangan kawasan barat, timur, dan tengah," kata Putut.
Menurut Putut, pada 2017-2018, indeks daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat ke-52. Hal itu berbeda jauh jika dibandingkan dengan periode 2010-2011 yang berada di peringkat ke-82.
"Ke depan pemerintah menargetkan indeks daya saing infrastruktur masuk peringkat ke-40. Sudah tepat menjadikan infrastruktur sebagai pemacu ekonomi di tengah keterbatasan anggaran, perencanaan, dan prioritas proyek yang masih lemah, project delivery belum efektif dan efisien, serta pemeliharaan kurang memadai," lanjut Putut.
Capres petahana Jokowi akan memanfaatkan ajang debat kedua Minggu (17/2) untuk meluruskan sejumlah isu negatif terkait infrastruktur yang kerap dilontarkan kubu capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.
"Saya pikir masyarakat akan mendapat pengayaan. Di sisi lain, petahana menyampaikan klarifikasi isu-isu yang harus diluruskan," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, di Istana Presiden Jakarta, kemarin.
Selain infrastruktur, menurut Moeldoko, ajang debat kedua juga mengupas tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan. Panglima TNI 2013-2015 itu optimistis Jokowi fasih memaparkan semua capaian pemerintah di bidang infrastruktur. "Prediksi saya ini seru karena publik menunggu. Beliau siap dan ngelotok dengan berbagai persoalan."
Rencana matang
Kubu Prabowo-Sandi memprediksikan mereka menguasai debat kedua nanti. Selain penguasaan materi, kubu Prabowo telah menyiapkan amunisi yang menyulitkan petahana terkait infrastruktur, pangan, energi, dan lingkungan.
"Kami punya banyak kartu mematikan untuk Jokowi terkait infrastruktur. Kami tidak antiinfrastruktur, tetapi harus dengan perencanaan matang. Banyak hal krusial diabaikan Bandara Kertajati dan proyek LRT Palembang akhirnya kan tidak maksimal," ungkap juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Agnes Marcellina.
Selain perencanaan tidak matang dan pembiayaan yang menambah utang, lanjut Agnes, infrastruktur yang dibangun terkesan pencitraan. "Terburu-buru dan tidak terencana karena pencitraan. Kita lihat nanti daya tahannya. Bagaimana pula dampak ekosistem sosialnya?"
Dalam menanggapi penilaian kubu Prabowo-Sandi, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Arif Budimanta, menilai pemerintahan saat ini telah meletakkan dasar bagi Indonesia untuk maju dengan membangun infrastruktur (lihat grafik).
"Sudah tepat Jokowi-JK menggenjot infrastruktur. Ada yang bilang ngapain bangun tol di Sumatra? Itu dalam rangka transformasi untuk memajukan Indonesia. Infrastruktur tumbuh, pusat-pusat ekonomi pun tumbuh," kata Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional itu dalam diskusi bertajuk Utang dan Manfaat Infrastruktur, kemarin.
Pengamat ekonomi Syarkawi Rauf sepemahaman membangun infrastruktur dapat menggerek pertumbuhan ekonomi.
"Infrastruktur buruk, biaya logistik mahal. Infrastruktur harus digenjot agar tidak kalah saing dengan Vietnam. Investor masuk ke Vietnam karena lebih maju dari kita. Makanya pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur di dalam negeri," tandas Syarkawi. (Pol/Ths/Ant/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved