Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABID Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, terkait kasus gantung diri seorang sopir taksi yang terjerat utang financial technology, ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam menggunakan layanan pinjam meminjam secara online.
"Jadi gini, kepada masyarakat diimbau kalau misalnya dia lihat di medsos ada ajakan untuk meminjam suatu uang dalam bentuk online, ya jangan langsung percaya," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/2).
Argo meminta masyarakat lebih jeli dan melakukan verifikasi terlebih dahulu fintech tersebut. Upaya itu, bisa meminimalisir jerat setan yang dilakukan oknum rentenir online tersebut.
"Dilihat dulu ditanyakan ke OJK, ada disana apakah ini sudah terdaftar terverifikasi oleh OJK atau belum. Jadi jangan lagsung percya kita harus kroscek," sebutnya.
Argo tak memungkiri, dibalik memudahkan yang ditawarkan fintech ada beberapa poin yang harus menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan pinjam kepada fintech tersebut.
"Itu bunganya lebih tinggi disitu. Jadi harus arif didalam melihat pinjaman," lanjutnya.
Argo belum mendapatkan detail motif bunuh diri sopir taksi tersebut. Pasalnya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kita belum dapat infonya seperti apa," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang sopir taksi bernama Zulfadli ditemukan tewas gantung diri di sebuah kos-kosan di Jalan Mampang Prapatan VII RT 005 RW 006, Tegal Parang, Jakarta Selatan.
Zulfadli ditemukan oleh penghuni kosan pagi harinya. Setelah pintu kosan didobrak, Zulfadli tergantung diuntas tali di pintu kamar mandi. Di lokasi, polisi menemukan surat wasiat, yang menyebutkan aksi nekatnya karena terjerat utang online. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved