Ekonomi Syariah Perkuat Ekonomi Nasional

Rifaldi Putra Irianto/E-3
13/2/2019 18:03
Ekonomi Syariah Perkuat Ekonomi Nasional
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/h)

KETUA Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah KH Ma’ruf Amin menyampaikan ekonomi syariah harus menjadi pemicu bagi penguatan ekonomi nasional karena ekonomi syariah merupakan dasar dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Antara pemberdayaan ekonomi umat dan ekonomi syariah tersebut saling menopang,” ungkap Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara kunci dalam seminar bertajuk Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/2).

Calon wakil presiden nomor urut 01 itu menuturkan ekonomi syariah akan kuat jika umat diberdayakan. Umat dimaksud ialah seluruh umat beragama yang saling berinteraksi dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ma’ruf Amin menilai ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengenyampingkan umat minoritas. “Mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya, menitikberatkan pada peme­rataan, keadilan sosial, dan kepedulian guna memperkecil ketimpangan ekonomi saat ini,” ujar Ma’ruf Amin.

Ia pun berjanji jika nanti dirinya terpilih, akan mendo­rong secara keseluruhan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia agar lebih berkembang untuk mendukung penguatan ekonomi nasional yang menuju kesejahteraan.
Salah satunya ialah memanfaatkan kemajuan teknologi secara maksimal untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Dari sisi keuangan, Ma’ruf Amin mencontohkan, aplikasi financial technology (fintech) nantinya tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, tetapi juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf.

Pada kesempatan sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah berencana mensubsidi para perusahaan keuangan digital (fintech) di daerah yang tidak terjangkau layanan perbankan. Subsidi tersebut nantinya berupa paket internet atau pulsa.

Ia mengungkapkan tujuan subsidi itu ialah untuk meningkatkan inklusivitas keuangan nasional, agar fintech dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia dan tidak hanya berkumpul di masyarakat yang memiliki akses keuangan. (*/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya