Kemenhub Gandeng PAkar ITB Kaji Penggunaan GPS

Antara
13/2/2019 15:19
Kemenhub Gandeng PAkar ITB Kaji Penggunaan GPS
(Ilustrasi)

DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menggandeng pakar Institut Teknologi Bandung mengkaji keselamatan The Global Positioning System (GPS) saat berkendara.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menjelaskan kajian ini menyusul pro dan kontra penggunaan GPS di kendaraan roda empat atau mobil yang dinilai masih aman untuk dilakukan.

"Yang sedang kita pikirkan di ITB, melibatkan pakar-pakar psikologi kira-kira GPS itu seperti apa pemasangannya agar tidak mengganggu pengemudi," katanya.

Baca juga: Menhub: Jika Ingin Pakai GPS, Berhenti Dulu

Dia menambahkan hasil kajian itu pula yang akan menentukan apakah diperbolehkan menyetir dengan menggunakan GPS dengan hanya mendengar petunjuk, bukan melihat ke layar petunjuk.

"Kita melakukan kerja sama spesifik sekali, kalau bicara menyengkut masalah konsentrasi, pemikiran kita, otak kita tidak boleh ada gangguan, kalau sepintas melihat ke layar, pandangan kita, konsentrasi kita memang itu mengganggu konsentrasi kita," katanya.

Hasil kajian tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk dijadikan acuan, seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Sementara itu, untuk sepeda motor, Budi menegaskan penggunaan GPS sangat berbahaya karena menyebabkan tidak konsentrasi dan tidak seimbang dalam berkendara.

Apalagi, lanjut dia, sepeda motor bukan lah kendaraan yang sejak awal bisa dipasang aplikasi GPS.

"Saat kita ngantuk berapa detik mobil kita melenceng kiri gimana, itu saya yakin kita melihat GPS enggak sedetik, dua detik. Apalagi motor dengan satu tangan. Ini sudah saatnya kita kaji penggunannya dengan kajian bersama ITB tadi," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya