CORE Prediksi Neraca Pembayaran 2019 Akan Kembali Surplus

Nur Aivanni
09/2/2019 14:25
CORE Prediksi Neraca Pembayaran 2019 Akan Kembali Surplus
(MI)

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memprediksi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) bisa kembali surplus tahun ini. Asalkan, kata dia, tekanan aliran modal keluar seperti tahun 2018 tidak terulang kembali.

"Kondisi ini sudah tergambar di awal tahun ini. Aliran modal asing cukup deras masuk. Selama tidak ada perubahan atau shock yang cukup besar di global, aliran modal masuk akan tetap bertahan. Kalaupun ada gejolak saya perkirakan tidak akan besar," kata Piter kepada Media Indonesia, Sabtu (9/2).

Baca juga: Indonesia Berusaha Kirim Banyak Perawat ke Belanda

Untuk menahan aliran modal tersebut tetap di Indonesia, sambung Piter, pemerintah maupun otoritas moneter telah melakukan kebijakan-kebijakan yang mendukung itu, seperti menaikkan suku bunga dan menahan laju impor.

"Aliran modal asing dipengaruhi faktor push dan pull. Faktor push adalah kondisi global. Kita tidak bisa mempengaruhi. Faktor pull adalah kondisi domestik. Faktor pull beberapa sudah cukup baik tercermin di growth inflasi dan fiskal. Yang kurang baik hanya di current account deficit," tuturnya.

Untuk diketahui, neraca pembayaran Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit USD 7,1 miliar. Dan current account deficit atau defisit transaksi berjalan tahun 2018 tercatat USD 31,1 miliar atau 2,98% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga: Eksportir Wajib Waspadai Kasus Penipuan

"NPI defisit USD 7,1 milyar pada tahun 2018 disebabkan kondisi global di mana The Fed menaikkan suku bunga dan mendorong keluarnya modal asing dari Indonesia. Pada triwulan I sampai triwulan III derasnya aliran modal keluar menyebabkan NPI mengalami defisit," terang Piter.

NPI, lanjutnya, kembali surplus pada kuartal IV ketika aliran modal berbalik kembali masuk. Walaupun CAD tetap besar, kata dia, NPI pada kuartal IV masih surplus karena tertolong neraca modal. "Pada umumnya Neraca Pembayaran Indonesia seperti itu. Current account defisit ditutup oleh neraca modal yang surplus sehingga NPI tetap surplus," katanya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia mencatat bahwa NPI kuartal IV 2018 mengalami surplus sebesar USD 5,4 miliar. Hal itu karena derasnya arus modal yang masuk pada kuartal IV 2018. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya