BI: Transaksi Berjalan Defisit US$31,1 Miliar pada 2018

Antara
08/2/2019 16:30
BI: Transaksi Berjalan Defisit US$31,1 Miliar pada 2018
( ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwars)

NERACA transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit 2,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar US$31,1 miliar sepanjang 2018, demikian konferensi pers Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (8/2).

Realisasi tersebut masih sesuai dengan proyeksi Bank Sentral dan pemerintah bahawa defisit transaksi berjalan di kisaran tiga persen dari PDB.

"Defisit transaksi berjalan tersebut berada di bawah batas aman 3%, yakni sebesar 2,98% PDB," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati.

Adapun, defisit transaksi berjalan pada tahun sebelumnya yakni 2017 tercatat sebesar US$17,3 miliar atau 1,7% dari PDB. 

 

Baca jugaBI: Inflasi Terjaga, Aliran Modal Asing Capai Rp49,6 Triliun

 

Sebelumnya, saat ditemui seusai salat Jumat di Masjid BI, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui bahwa defisit neraca berjalan (current account deficit/ CAD) CAD masih lebih tinggi yang diperkirakan.

"Tetapu surplus dari neraca modalnya jauh lebih besar sehingga memang surplus dari neraca modal atau aliran modal asing itu bisa menutupi defisit CAD, sehingga NPI (neraca pembayaran Indonesia)-nya secara keseluruhan adalah surplus," kata Perry.

Meski belum menjelaskan detailnya, Perry menyebut secara keseluruhan NPI itu di triwulan IV itu surplus, kurang lebih sekitar US$5 miliar,  (Try/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya