Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM vokasi link and match antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan industri terus digalakkan. Sejak pertama digulirkan Kementerian Perindustrian pada 2017 silam, program tersebut telah mampu menjembatani 2.074 SMK dan 745 perusahaan di seluruh Indonesia untuk kerja sama dalam pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pada awal tahun ini, langkah itu kembali dilanjutkan dengan mempertemukan 295 SMK dengan 97 perusahaan asal Jawa Timur. Secara teknis, kerja sama itu dilakukan dengan cara memperbaiki kurikulum SMK yang lebih berorientasi pada industri. Artinya, akan lebih banyak praktik ketimbang teori sehingga para siswa memiliki kesiapan lebih besar untuk bekerja.
Pelatihan-pelatihan juga diberikan langsung oleh pelaku industri sehingga akan terjadi penyampaian materi yang cepat dan tepat.
Diharapkan, seluruh upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas alumni SMK sehingga setelah lulus, mereka dapat langsung terserap dunia kerja lantaran telah memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meng-apresiasi semua pihak yang terlibat dalam program pengembangan SDM.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo meng-instruksikan adanya peralih-an fokus dari pembangunan infrastruktur yang digenjot selama empat tahun terakhir ke pembangunan SDM pada tahun ini.
“Fokus pembangunan nasional tahun ini ialah pengembangan SDM yang berkualitas. Ini menjadi prioritas karena dapat memacu produktivtas dan daya saing sektor industri nasional,” ujar Airlangga saat membuka Launching Kerja Sama Pendidikan Vokasi Tahap Kedelapan di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2).
Ditargetkan, di sisa tahun ini, akan ada 2.390 SMK lagi di seluruh Indonesia yang dapat bergabung dengan prog-ram vokasi link and match.
Selain menggencarkan program vokasi, pemerintah juga membangun politeknik di kawasan industri. “Di Semarang kita bangun politeknik mebel, di Solo ada politeknik tekstil, dan di Morowali kita dirikan politeknik khusus logam.”
Airlangga mengingatkan bahwa hasil semua itu baru akan terlihat jangka panjang berupa penyerapan tenaga kerja. (Pra/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved