Pembangunan Infrastruktur Tetap Prioritas

(JL/E-3)
07/2/2019 03:30
Pembangunan Infrastruktur Tetap Prioritas
( MI/PERMANA)

EKONOM Hendri Saparini berpandangan pembangunan infrastruktur tetap menjadi program prioritas pemerintah pada tahun ini meski anggar­annya lebih kecil daripada ang­garan untuk pembangunan sumber daya manusia dalam APBN 2019.

Dalam postur APBN 2019, anggaran untuk pembangunan sumber daya manusia mencapai Rp487,9 triliun. Selanjutnya disusul infrastruktur sebesar Rp420,5 triliun, perlindungan sosial Rp381 triliun, pertahan­an Rp220,5 triliun, pemilu Rp24,8 triliun, birokrasi efektif dan efisien Rp368,6 triliun, dan anggaran untuk antisipasi berbagai ketidakpastian seperti bencana Rp38,6 triliun.

Anggaran infrastruktur sebesar Rp420,5 triliun digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 2.007 km, 162 ribu irigasi, 48 bendungan, jalan kereta 415,2 km, rasio elektrifikasi 99,9%, dan perumahan 10.742 unit.

“Melihat postur APBN 2019, meski anggaran pembangunan sumber daya manusia lebih besar daripada infrastruktur, saya melihat pembangunan infrastruktur tetap jadi prioritas pemerintah,” ujar Hendri dalam presentasinya di hadapan jajaran direksi Waskita Beton dan pimpinan media massa di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, awal pekan ini.

Dengan pembangunan infra­struktur yang tetap menjadi prioritas, PT Waskita Beton Precast Tbk optimistis dapat mencetak kinerja positif pada tahun politik ini.

“Kinerja bagus perseroan ten­tunya tidak lepas dari komitmen pemerintah yang gencar membangun infrastruktur di penjuru Tanah Air,” ungkap Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana.

Pada 2019, produsen beton pracetak (precast) terbesar di Indonesia ini menargetkan laba bersih Rp1,3 trililun, naik sekitar 18% dari tahun lalu sebesar Rp1,1 triliun (unaudited). Kenaikan laba emiten berkode WSBP itu bakal ditopang dari perolehan kontrak baru perseroan yang ditargetkan mencapai Rp10,39 triliun, naik dari Rp6,66 triliun pada 2018.

Nilai kontrak yang dikelo­la Waskita Beton hingga Desember 2018 tercatat Rp17,35 triliun. “Pendapatan usaha tahun ini kami targetkan mencapai Rp9,37 triliun dan belanja modal Rp922,96 mi­liar,” pungkas Jarot.

Waskita Beton memiliki tiga lini bisnis, yaitu precast, ready mix, dan jasa kontruksi. Saat ini perseroan memiliki 11 pabrik dengan kapasitas 3,5 juta ton di Jawa dan Sumatra. Peru­sa­haan menargetkan operasi pabrik baru di Kalimantan ­ pada kuartal III 2019. (JL/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya