Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya mendongkrak investasi. Berbagai insentif pun diberikan, termasuk keringanan pajak. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan, hingga Oktober 2018, tercatat delapan perusahaan telah menikmati fasilitas tax holiday dengan total investasi mencapai Rp161,3 triliun.
“Tapi, menurut saya, masih banyak peluang untuk menawarkan insentif yang jauh lebih agresif karena sekarang kita mesti rebutan dengan negara saingan seperti Vietnam, Thailand, bahkan Malaysia,” ujarnya di sela acara EuroCham Outlook Ekonomi dan Investasi Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (6/2).
Menurut Tom, sapaan akrab Thomas, negara-negara tetangga saingan Indonesia itu memiliki kinerja yang lebih baik dalam menarik investasi global belakangan ini. Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja lebih keras lagi pada tahun ini setelah capaian realisasi investasi pada 2018 cukup mengecewakan karena tidak memenuhi target.
“Jadi kita mesti keluarin lagi inovasi baru atau terobosan baru untuk menstimulasi gelombang insentif baru,” katanya.
Tom mencontohkan insentif fiskal yang tengah dibahas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yakni super deduction tax atau pengurangan pajak 200% untuk industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi.
“Pak Menperin tadi menyampaikan insentif fiskal untuk melatih vokasi, melatih pekerja kita supaya kemampuan dan keterampilan mereka meningkat seiring dengan industri tinggi. Kalau tidak, pekerja kita akan ketinggalan, tidak sanggup menghadapi permesinan yang makin digital,” ujarnya.
Di acara yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dengan kerja sama yang baik antara Kemenperin dan BKPM, beberapa investor di sektor strategis seperti industri petrokimia dan baja mulai masuk lagi ke Indonesia. “Misalnya Lotte yang telah ground breaking, itu akan selesai pada 2022 untuk menambah 1 juta ton produk plastik dan turunannya.”
Selain itu, klaster industri baja di Cilegon sedang ditargetkan mampu memproduksi 10 juta ton pada 2025. Hal itu, kata dia, tak terlepas dari adanya kolaborasi antara PT Krakatau Steel (persero) Tbk dan sejumlah produsen baja skala global seperti Posco, Nippon Steel, dan Sango Corporation. (*/ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved