Sistem OSS Dinilai tidak Efektif bagi Investasi di Daerah

Micom
06/2/2019 10:45
Sistem OSS Dinilai tidak Efektif bagi Investasi di Daerah
(Anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar---Ist)

DPR mengkritisi program perizinan usaha sistem Online Single Submission (OSS) yang baru dibuat pemerintah. Pelaksanaan OSS dikhawatirkan tidak akan berjalan efektif terutama di daerah.

“Sistem ini tidak akan terlihat efektif dalam waktu dekat. Hambatan dalam pengurusan izin investasi di daerah masih akan tetap terjadi sepanjang tidak dilakukan pembenahan secara menyeluruh dalam penerapannya oleh pusat hingga pemerintah daerah,” kata anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar, di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurutnya, sistem OSS baru sebatas pelimpahan kewenangan pengurusan perizinan yang mana sebelumnya di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).

“Sistem OSS ini akan menjadi masalah apabila daerah belum melaksanakan sistem perizinan satu atap. Beberapa daerah atau provinsi ada yang belum melaksanakan sistem perizinan satu atap. Ini tetap saja akan menghambat pengurusan perizinan,” katanya.

Menurutnya, sistem OSS juga akan mandul apabila BKPM tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dari provinsi hingga kabupaten. Sistem ini hanya akan berjalan efektif untuk pengurusan izin investasi yang proyeknya berada dan terkait langsung dengan kementerian dan lembaga negara saja.

“Investasi swasta yang tidak terkait lembaga pemerintah bisa jadi malah semakin sulit. Kita berharap sistem OSS ini bisa membuat pengurusan perizinan lebih baik jika dibandingkan dengan sewaktu perizinan masih diurus oleh Menko Perekonomian. BKPM sebagai otoritas terkait harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah sampai level kabupaten apabila ingin sistem ini berjalan baik,” sarannya.

Nasril mengingatkan, baik buruknya penerapan sistem OSS akan sangat memengaruhi citra BKPM sebagai garda terdepan dalam pengurusan masalah investasi di Indonesia.

“Kita harapkan BKPM tidak mengecewakan. Iklim investasi di dalam negeri akan sangat dipengaruhi oleh berjalan atau tidak sistem OSS ini. Jika pengusaha masih banyak mengeluh tentang program ini, berarti sistem OSS yang digembar-gemborkan pemerintah percuma saja,” katanya. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya