Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan mengembangkan program pemanfaatan tol laut guna menekan disparitas harga barang kebutuhan pokok di pulau-pulau di bagian timur Indonesia. Program yang dinamai Gerai Maritim itu mengedepankan kelancaran arus dan ke-tersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting secara merata di seluruh Nusantara.
Dengan memanfaatkan tol laut, biaya distribusi diharapkan dapat ditekan. Selain itu, kegiatan perdagangan antarpulau pun dapat lebih diintensifkan. “Jadi, hasil produksi pertanian di daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan terluar dapat tersalur dengan baik ke seluruh Indonesia. Kesejahteraan petani pun akan meningkat,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Selasa (5/2).
Peran Kemendag dalam kegiatan tol laut, sesuai Perpres No 70 Tahun 2017, antara lain berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendata, memantau, dan meng-evaluasi jenis, jumlah, serta harga barang dari dan ke daerah yang termasuk program tol laut.
Kemendag pun mulai membangun depo Gerai Maritim di beberapa daerah yang dilalui trayek tol laut sebagai sarana distribusi pendukung. Nantinya, kata Mendag, depo-depo itu akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara barang setelah diturunkan dari kapal. Selain itu, fasilitas tersebut juga berfungsi sebagai penampung produk unggulan daerah setempat untuk kemudian diangkut sebagai muatan balik kapal.
Sampai saat ini, telah terbangun sembilan depo Gerai Maritim, yaitu di Wakatobi, Kepulauan Aru, Lembata, Sabu Raijua, Mimika, Kepulauan Yapen, Tidore Kepulauan, Fak Fak, dan Teluk Wondama.
Menurut Enggar, masyarakat daerah setempat mulai merasa ke-tersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin, fluktuasi dan disparitas harga juga dapat ditekan. “Yang tak kalah penting, produk-produk dari sana kini memiliki akses pasar yang lebih luas karena diperdagangkan hingga ke luar pulau,” jelasnya.
Berdasarkan data, pada 2018 tercatat ada 437 pedagang dari 35 kabupaten/kota terpencil, tertinggal, dan terluar yang memanfaatkan tol laut. Diharapkan, jumlah itu akan terus tumbuh dan semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan program tersebut. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved