Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah yang menguat dan menembus level psikologis 14 ribu dan berakhir pada level 13.940 masih memiliki peluang untuk terus menguat.
Hal yang sama juga terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menguat dan ditutup pada level 5.538,64.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam memproyeksikan dalam sepekan mendatang rupiah berpotensi melanjutkan penguatan.
Kondisi global yang masih mengindikasikan pelemahan mendorong arus modal masuk ke pasar keuangan Indonesia yang menawarkan imbal hasil atau return tinggi dan harga yang masih relatif murah.
Keputusan bank sentral AS (The Fed) menahan suku bunga dibaca pasar untuk cenderung dovish (melonggar). Kondisi itu diperkuat shutdown pemerintahan AS, semakin meyakinkan investor untuk memindahkan investasi mereka ke emerging market, termasuk Indonesia.
“Derasnya arus modal asing mendorong penguatan indeks dan juga nilai tukar rupiah,” ujar Piter saat dihubungi, Minggu (3/2).
Faktor yang perlu diwaspadai ialah kemungkinan investor melakukan profit taking karena penguatan sudah cukup panjang. Namun, tren masih akan mengarah ke penguatan.
“Selain didorong derasnya arus modal asing, saya sedikit meyakini penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) juga dpengaruhi keyakinan investor bahwa pemilu akan berjalan lancar dan damai,” tandasnya.
Kapitalisasi meningkat
Memasuki Februari 2019 perdagangan di BEI masih menunjukkan tren positif. Pada penutupan perdagangan pekan lalu indeks meningkat sebesar 0,86% ke level 6.538,64 dari 6.482,84 pada penutupan pekan sebelumnya.
Seiring dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 0,99% menjadi sebesar Rp7.431,27 triliun dari Rp7.358,76 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
“Untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami peningkatan sebesar 0,67% menjadi Rp10,04 triliun dari Rp9,98 triliun pada penutupan pekan sebelumnya,” ujar Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Hani Ahadiyani.
Kemudian, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 0,66% menjadi 13,20 miliar unit saham dari 13,11 miliar unit saham dari pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 1,46% menjadi 475,92 ribu kali transaksi dari 482,96 ribu transaksi dari pekan lalu.
Pada pekan lalu investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp3,7 triliun. Sampai dengan hari pertama Februari 2019 investor asing mencatatkan beli bersih (nett buy) sebesar Rp14,51 triliun.
Mengawali Februari, tepatnya Jumat (1/2), BEI menerbitkan indeks IDX80, yaitu indeks atas harga 80 saham perusahaan tercatat yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung fundamen perusahaan yang baik. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved