BTN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Ipex 2019

(E-1)
04/2/2019 02:30
BTN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Ipex 2019
(MI/PANCA SYURKANI)

TAHUN politik tidak menyurutkan niat orang untuk membeli properti. Hal itu tampak dari tingginya pengunjung pada pembukaan Indonesia Properti Expo (Ipex) 2019 di Jakarta, pekan lalu.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan dapat memberikan persetujuan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp6 triliun pada ajang tahunan itu.

“Permintaan properti terus tinggi karena rumah menjadi kebutuhan pokok manusia sehingga akan terus dikejar. Faktor lain yang mendorong ialah meningkatnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah, komitmen pemerintah dalam menyukseskan program satu juta rumah, pesatnya pembangunan infrastruktur jalan, serta sarana transportasi yang semakin baik  di samping faktor optimisme hasil pilpres nanti,” kata Direktur Utama Bank BTN Maryono di sela-sela acara pembukaan Ipex 2019 di Jakarta, Sabtu (2/10).

Hadir dalam pembukaan itu Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi.

Dalam pesta perumahan tahunan Bank BTN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, total pengembang yang berpartisipasi berjumlah 167, yang terdiri atas 116 pengembang KPR nonsubsidi dan 51 pengembang KPR subsidi.

Total proyek properti yang tersedia sebanyak 869 proyek dan tersebar dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

Pada 2016, izin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun,

Tahun lalu ketika suku bu-nga kredit merangkak naik, ajang Ipex masih mencatatkan persetujuan izin prinsip untuk  KPR/KPA sebesar Rp18,4 triliun.

“Untuk menarik nasabah, terutama dari generasi milenial, selain menawarkan KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka, kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui website www.btnpro-perti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tam-bahan,” kata Maryono.

Seiring dengan peningkatan layanan, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada 2018 ketimbang di 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. Alhasil nilai KPR yang cair pun melesat  dari Rp1,18 triliun menjadi Rp3,83 triliun. (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya