RPP Minerba Harus Pertimbangkan Iklim Usaha

(Tom/E-1)
01/2/2019 00:30
RPP Minerba Harus Pertimbangkan Iklim Usaha
(Ist)

Wakil Ketua Umum Kamar Da­gang dan Industri (Kadin) Indonesia Gari­baldi Thohir berharap ran­cang­­an per-aturan pemerintah (RPP) tentang royalti minerba mempertimbangkan iklim investasi. Apabila orientasinya sekadar penerimaan negara, lambat laun Indonesia akan ditinggalkan investor pertambangan.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sekarang ini sedang menyusun RPP Miner­ba. Royalti pertambangan termasuk batu bara akan dinaikkan dari 13,5% menjadi 15%.

“Kalangan dunia usaha pasti mendukung pembangunan yang hendak dilakukan pemerintah. Hanya saja kontribusi yang dimintakan dari dunia usaha sebaiknya mempertimbangkan juga kelangsungan usaha untuk jangka panjang,” kata Garibaldi yang akrab dipanggil Boy Thohir.
Boy Tohir menunjuk salah satu pesaing terdekat yaitu  Aus­tralia. Aturan penerimaan pajak dan royalti di negara itu mampu menciptakan iklim positif untuk investasi di industri batu bara sehingga  membuat Australia tetap bertahan sebagai salah satu eksportir terbesar di dunia.

“Besaran pajak dan royalti yang berlaku di Australia mengacu kepada kondisi harga batu bara yang berlaku. Contohnya di Negara Bagian Queensland, royalti ditetapkan 7% untuk harga batu bara hingga US$ 100 per ton,” kata Presdir Adaro itu.

Menurut Boy, formula semacam ini mirip dengan windfall profit tax. Dengan cara seperti itu perusahaan tambang dapat melakukan kegiatan penambangan secara lebih berkelanjutan dan mampu bersaing dengan negara-negara eksportir batu ­bara lainnya.
Sebelumnya Direktur Uta­ma PT Inalum Budi Gunadi Sadikin berharap Indonesia bisa menerapkan aturan pertambangan yang sesuai dengan praktik yang berlaku di dunia.

“Kami berharap juga agar Kementerian ESDM mau melihat praktik yang berlaku di negara yang mapan pengelolaan tambangnya seperti Kanada dan Australia agar kita membuat peraturan yang tidak berbeda jauh dengan negara-negara di dunia,” kata Budi Sadikin saat bertemu para pemimpin redaksi dalam acara Mining for Life di Bandung, pekan lalu. (Tom/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya