Antisipasi Ekonomi Tiongkok, Pemerintah Jaga Permintaan Domestik

Nur Aivanni
29/1/2019 14:24
Antisipasi Ekonomi Tiongkok, Pemerintah Jaga Permintaan Domestik
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menilai perlambatan ekonomi Tiongkok merupakan bentuk strategi jangka panjang Tiongkok dalam melakukan penyesuaian terhadap perekonomian mereka. Pasalnya, Tiongkok tidak bisa hanya menggunakan strategi yang bertumpu pada investasi dan ekspor, tapi harus menggunakan strategi yang bertumpu pada permintaan domestik.

"Dampaknya memang pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat. Itu harus kita antisipasi. Kalau Tiongkok melambat tidak berarti demand terhadap barang dan jasa dari kita menurun. Sebetulnya mereka akan tetap menjaga domestic demand-nya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1).

Kalaupun ada penurunan permintaan terhadap barang dan jasa dari Indonesia, sambung Sri Mulyani, pemerintah akan tetap menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pertama, tetap fokus menjaga permintaan domestik di dalam negeri dengan menjaga inflasi yang rendah. Dengan begitu, daya beli masyarakat akan tetap terjaga," tuturnya.

Baca juga: Pengusaha Antisipasi Lesunya Ekonomi Tiongkok

Selain menjaga permintaan domestik, pemerintah juga akan terus meningkatkan investasi di dalam negeri. Dari sisi perbankan, dengan menjaga tingkat suku bunga kredit perbankan di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Dari sisi fiskal, dengan pemberian insentif, misalnya pemberian fasilitas tax holiday.

"Instrumen ketiga adalah belanja pemerintah. Dengan pembiayaan yang cukup baik, kita harapkan bisa dorong investasi dan ekspor di dalam negeri dan melindungi masyarakat, terutama kelompok miskin," pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya