Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Capai Target

Andhika Prasetyo
29/1/2019 13:27
Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Capai Target
(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengklaim telah menyelesaikan beberapa program prioritas, bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang ditetapkan.

Berdasarkan data Kementerian PU-Pera, pembangunan jalan baru sesuai RPJMN 2014-2019 ditargetkan sepanjang 2.650 kilometer (km). Namun, empat tahun berjalan, realisasi sudah mencapai 3.387 km.

Begitupun pembangunan jembatan yang sudah mencapai 41.107 meter dari target yang ditetapkan 29.859 meter. Sedangkan, untuk jalan tol, dalam empat tahun terakhir, pemerintah berhasil membangun sepanjang 782 km dari target 1.852 km.

"Dari segi konektivitas, pemerintah sudah berhasil. Tinggal sedikit pekerjaan yang perlu dilanjutkan pada tahun ini," ujar Menteri PU-Pera di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1).

Beberapa pekerjaan di proyek jalan bebas hambatan yang masih perlu diselesaikan seperti sebagian Trans Jawa dari Grati hingga Banyuwangi, kemudian di Sumatra yakni Terbanggi Besar-Palembang, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai dan Medan-Binjai.

Beberapa di antaranya tengah memasuki masa konstruksi dan sebagian masih dalam proses pembebasan tanah. Dari sektor ketahanan pangan dan air, Kementerian PU-Pera juga melaksanakan tugas dengan cukup baik.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Angkat Perekonomian Cirebon

Sejak 2014-2018, terdapat 55 bendungan yang telah dibangun dari target 65 bendungan yang ditetapkan. Adapun, 17 di antaranya sudah rampung dan yang lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Terkait jaringan irigasi baru yang dicanangkan seluas satu juta ha, selama empat tahun sudah tercapai 865 ribu ha. Pemerintah juga telah membangun 942 embung dari 1.000 unit yang ditargetkan.

Adapun, untuk dua sektor yakni pengelolaan air baku dan pengendali banjir masih perlu usaha keras untuk bisa terealisasi secara penuh.

Dari 3.620 km pembangunan sarana prasarana pengendali banjir dan pengaman pantai, baru 1.041 yang terbangun. Sementara, untuk sarana prasarana pengelolaan air baku yang ditargetkan 67,52 meter kubik per detik, baru tercapai 24,92 meter kubik per detik.

Di sisi permukiman, Kementerian PU-Pera juga masih harus bekerja keras lantaran capaian program sejauh ini masih belum memenuhi target. Dari target pembangunan 550 ribu unit rumah susun, baru sebesar 494 ribu hunian yang terealisasi.

Untuk rumah khusus, dari 50 ribu yang ditetapkan, baru terealisasi 22 ribu unit. PSU rumah umum juga baru menyentuh 104 ribu unit dari target 677 ribu unit. Begitupun rumah swadaya, dari target 1,75 juta unit, baru terbangun 494 ribu hunian.

"Masih harus kerja keras untuk mencapai target di beberapa sektor terutama hunian untuk mengurangi backlog," ucapnya.

Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi menilai beberapa program yang belum terselesaikan masih bisa ditoleransi.

Ia mengatakan, pada intinya, pemerintah dalam empat tahun telah berani melakukan terobosan dengan mendorong pembangunan infrastruktur secara masif, tidak hanya di Jawa, melainkan juga di seluruh pulau besar di Indonesia termasuk wilayah timur.

"Pembangunan infrastruktur itu tidak bisa dibantah. Fisiknya, manfaatnya, itu terasa. Ini perlu diapresiasi. Saya rasa hanya mereka yang punya halusinasi yang tidak bisa mengakui itu. Memang, pasti ada yang masih belum sempurna dan itu jadi evaluasi bagi kita semua," tandas Yoseph.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya