Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA jagung yang terus terpantau tinggi membuat pemerintah tidak memiliki cara lain menurunkan harga jagung selain dengan melakukan impor.
Harga jagung di pasaran yang saat ini masih terpantau di level Rp6.000 per kilogram (kg) terpaut jauh dengan harga jagung di pasar internasional dan sebesar Rp4.000 per kg.
Perum Bulog telah melakukan lelang guna memasukkan jagung impor sebanyak 150 ribu ton yang harus tiba di Tanah Air sebelum 31 Maret 2019.
Keputusan untuk melakukan impor sebesar itu merupakan kelanjutan dari rapat terbatas yang membahas pasokan jagung itu di Istana Negara pekan lalu. Awalnya Bulog berencana mengimpor 30 ribu ton. Namun, setelah melihat perkembangan harga yang tetap tinggi dan kekhawatiran hasil panen raya yang belum tentu sesuai dengan perkiraan, Bulog akhirnya melakukan impor lima kali lipat dari rencana awal.
Berdasarkan dokumen lelang tertanggal 25 Januari 2019 dalam laman resmi Bulog, lelang untuk jagung hanya diberikan kepada eksportir dari Argentina dan Brasil.
Sebanyak 30 ribu ton akan dimasukkan ke Pelabuhan Cigading, Banten, dan 120 ribu ton sisanya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan membenarkan pihaknya telah menerbitkan surat perizinan impor (SPI) pada 25 Januari lalu.
Harusnya lebih cepat
Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Industri Pakan dan Veteriner Kadin Sudirman tidak terkejut dengan keputusan tersebut.
Pasalnya di beberapa daerah di Banten dan Jawa Barat, harga jagung di tingkat petani masih menyentuh Rp6.000 per kg lantaran musim panen yang belum bergulir sehingga stok sangat terbatas.
“Mungkin sekarang pemerintah sudah mengetahui jelas kalau panennya tidak akan muncul segera. Mungkin nanti, jumlah panennya pun tidak sebagus yang diprediksi selama ini,” ujar Sudirman kepada Media Indonesia, Senin (28/1).
Berdasarkan informasi yang didapat, ia mengatakan panen jagung secara masif mungkin baru akan terjadi pada akhir Maret atau awal April.
Jika pemerintah mendatangkan jagung impor dengan tenggat maksimal 31 Maret, menurutnya itu adalah langkah antisipasi yang sangat tepat untuk setidaknya menjaga harga tidak melambung tinggi.
Namun, dalam kebijakan impor jagung yang diambil sejak akhir tahun lalu, ia menyayangkan keputusan pemerintah yang mendatangkan komoditas tersebut secara bertahap melalui beberapa kali keputusan.
“Harusnya diperhitungkan dulu secara saksama. Jadi, semua datang serentak dalam waktu yang tidak terlalu jauh. Kalaupun nanti kelebihan, Bulog kan bisa simpan untuk stok karena nyatanya sekarang masih kurang terus,” tandasnya.
Pemerintah berkepentingan menjaga harga jagung karena berhubungan dengan harga pakan ayam yang mengunakan jagung. Bila harga pakan tinggi, itu otomatis mengerek harga ayam dan telur.
Dampak buruk lainnya ialah melonjaknya impor gandum yang merupakan substitusi dari jagung. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved