TNI Setuju Lahan Miliknya Digunakan untuk Bangun Infrastruktur

Nur Aivanni
25/1/2019 17:12
TNI Setuju Lahan Miliknya Digunakan untuk Bangun Infrastruktur
(Ist)

WAKIL Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Tatang Sulaiman mengatakan pihaknya setuju untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional di lahan TNI yang terkena proyek tersebut. Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"(Kami) Setuju lah (lahan TNI) dipakai (untuk pembangunan) proyek. Di Tangerang, Kunciran, tadi di Binjai, ada juga yang di Banyuwangi," kata Tatang, di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/1).

Baca juga: Rini Senang BUMN Terangi Masyarakat

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut lahan TNI mulai dari tanah milik Mabes TNI, TNI AD, TNI AU dan TNI AL yang terkena dampak dari pembangunan infrastruktur. Untuk tanah Mabes TNI yang dipakai adalah di kelurahan Jatisampurna Kota Bekasi seluas 48,5 hektare.

Sementara, tanah milik TNI AD yang dipakai seluas 2.368 meter persegi yang terletak di Tangerang Timur. Kemudian, untuk Kereta Cepat Indonesia China Brigif 15 Kujang Kodam III SLW seluas 27.933 meter persegi di Jalan Kebon Rumput Cimahi.

Untuk tanah milik TNI AL adalah seluas 38.983 meter persegi yang akan digunakan untuk tol Medan-Binjai yang terletak di Medan. Kemudian, untuk jalan tol Cimanggis-Cibitung seluas kurang lebih 83.111 meter persegi di Pasir Angin kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor. Kemudian, Sunter-Pulo Gebang seluas 133 meter persegi di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Terakhir, tanah milik TNI AU yang digunakan untuk tol Solo-Ngawi seluas 40.102 meter persegi di Boyolali, Jawa Tengah. Untuk tol Bekasi-Cawang KP Melayu seluas 10.290 meter persegi di Jakarta timur.

Kemudian, tanah TNI AU juga dipakai untuk Jalur LRT Cawang-Cikunir seluas 3.619 meter persegi di Jalan tol Jakarta-Cikampek. Juga, untuk Kereta Cepat Indonesia China Lanud Halim Perdanakusuma seluas 18,6 hektare di Komplek Trikora dan di eks Cipinang-Melayu.

Baca juga: Perpres DNI Tak Kunjung Terbit, Darmin: Tunggu Saja

Lalu, tanah seluas 2.242 meter persegi digunakan untuk fly over simpang bandara Tanjung Siapi-api Palembang dan seluas 8.967 meter persegi digunakan untuk stasiun dan jalur LRT bandara SMB II Jakabaring Palembang. Terakhir, Denma Mabes AU-Cikoko seluas 2.558 meter persegi dan Pancoran seluas 4.287 meter persegi digunakan untuk LRT Cawang-Kuningan Duku Atas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggantian aset TNI yang terpakai tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya