Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan berusaha keras menjaga daya beli masyarakat pada tahun ini. Salah satu yang menjadi pokok perhatian ialah menjaga harga pangan.
Untuk itu, ketersedian bahan pangan, terutama beras, menjadi perhatian utama. Apalagi di tengah situasi kondisi alam yang tidak menentu saat ini.
“Jumlah stok pangan itu menjadi sangat penting dalam situasi di saat sering terjadi ketidakpastian musim. Misalnya bencana alam, tanah longsor, banjir. Untuk itu, stok pangan harus harus ada di berbagai tempat untuk menjaga stabilitas harga,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (24/1).
Presiden Joko Widodo pun menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan stok pangan dan stabilitas harga beras. Kemarin, Presiden bertemu dengan para pengusaha beras di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kesempatan itu Jokowi ingin mendengarkan kondisi mengenai perberasan di Pasar Induk Beras Cipinang dan daerah-daerah lainnya.
Salah satu anggota Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Billy Haryanto mengungkapkan bahwa masalah beras sangat aman di pasaran. “Makanya Pak Presiden mau ke Cipinang, saya larang,” katanya.
“Jadi, saya nggak usah ke Cipinang? Aman,” saut Jokowi.
Billy pun membenarkan pernyataan Jokowi tersebut. Harga beras, menurutnya saat ini cenderung turun. “Makanya kalau dibilang beras mahal, itu salah,” katanya.
Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso pun menyampaikan bahwa stok beras aman terkendali hingga enam bulan ke depan. “Situasi baik karena produksi juga baik,” ujarnya.
Utamakan dalam negeri
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta Perum Bulog mengurungkan niat untuk melakukan ekspor beras ke negara-negara di Asia. Daripada sibuk memikirkan ekspor, menurutnya, lebih baik kementerian teknis dan instansi terkait fokus pada pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.
“Kalau ekspor itu orientasinya terus-menerus, bukan cuma sekali peristiwa begini. Sudahlah lupakan,” ujar Darmin di kantornya, Selasa (22/1).
Darmin pun meminta semua pihak bisa fokus pada upaya mengamankan pasokan untuk menjaga kestabilan harga di pasar lokal. “Sudahlah, yang penting kita jaga harga beras tidak naik,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan membuka kemungkinan untuk mengekspor beras ke beberapa negara di Asia. Hal itu bisa dilakukan dengan berandai-andai produksi beras surplus besar sehingga pasokan di Tanah Air melimpah ruah.
“Manakala nanti panen raya jumlahnya besar, dan kita harus menyerap beras sebesar-besarnya untuk kepentingan petani, kita akan melakukan upaya ekspor,” kata dia.
Saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton. Adapun target penyerapan beras dalam negeri tahun ini sekitar 1,8 juta ton sampai April 2019. (Dro/Pra/Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved