Penjualan Mobil 2019 Diperkirakan Stagnan

(Pra/E-2)
24/1/2019 23:30
 Penjualan Mobil 2019 Diperkirakan Stagnan
(MI/RAMDANI)

PENJUALAN mobil tahun ini ditargetkan sebesar 1,1 juta unit. Angka tersebut sama dengan yang diprediksi pada tahun lalu meski realisasinya mampu mencapai 1,15 juta unit.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan pihaknya menetapkan target yang stagnan untuk mengikuti prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga tidak jauh berubah yakni di angka 5,3%.

“Kami harus mengikuti itu karena semua akan ada pengaruh kepada asumsi makro. Semua ada hitungannya. Berapa besar potensi pajak dari penjualan mobil tahun ini ke penerimaan negara. Itu kami sesuaikan,” ujar Jongkie di Jakarta, Kamis (24/1).

Kendati menetapkan target yang sama seperti tahun lalu, ia optimistis hasil yang dicapai nantinya akan lebih besar sebagaimana juga terjadi pada tahun lalu.

Untuk tahun ini, Gaikindo meramalkan penjualan terbesar masih dipegang kendaraan MPV (multipurpose vehicle) atau kendaraan keluarga, dengan pangsa pasar sekitar 35%, diikuti segmen low cost green car (LCGC) yang mencapai 20% dan sport utility vehicle (SUV) 14%.

Di samping itu, ada segmen ­kendaraan truk komersial dan pikap yang terus menggeliat sepanjang 2018 dengan kontribusi sekitar 12%. Walaupun belum berkontribusi besar, penjualan truk tumbuh signifikan yakni mencapai 40% seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur.

Untuk jenis low cost green car (LCGC), walau memiliki peran cukup baik, penjualannya pada tahun lalu merosot sebesar 1,8%. “Tapi kami perkirakan LCGC masih akan jadi salah satu primadona tahun ini. Kenapa? Karena murah. Dengan harga di bawah Rp200 juta, mobil ini akan jadi pilihan karena daya beli masyarakat sebagaian besar di kisaran itu,” jelasnya.

 Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan salah satu faktor yang membuat performa penjualan LCGC melesu ialah munculnya produk-produk baru dari kendaraan roda dua. (Pra/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya