Penjualan Mobil Ditargetkan Stagnan 1,1 Juta Unit

Andhika Prasetyo
24/1/2019 17:51
Penjualan Mobil Ditargetkan Stagnan 1,1 Juta Unit
( ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

GABUNGAN Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit sepanjang tahun ini.

Angka tersebut tidak berbeda dengan target yang dicanangkan tahun lalu yang pada akhirnya terealisasi penjualan sebanyak 1,15 juta unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengungkapkan pihaknya menetapkan target yang stagnan untuk mengikuti prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga tidak jauh berubah yakni di angka 5,3%.

"Kami harus mengikuti itu karena semua akan ada pengaruh kepada asumsi makro. Semua ada hitungannya. Berapa besar potensi pajak dari penjualan mobil tahun ini ke penerimaan negara. Itu kami sesuaikan," ujar Jongkie di Jakarta, Kamis (24/1).

Kendati menetapkan target yang sama seperti tahun lalu, ia optimistis hasil yang dicapai nantinya akan lebih besar, sebagaimana juga terjadi pada tahun lalu.

"Penjualan di atas satu juta unit pertahun itu adalah hal yang bagus dan yang terpenting tren kita itu selalu meningkat walaupun hanya 1,7%," tuturnya.

Untuk tahun ini, Gaikindo meramalkan penjualan terbesar masih akan dipegang kendaraan MPV dengan pangsa pasar sekitar 35% diikuti segmen low cost green car (LCGC) yang mencapai 20% dan sport utility vehicle (SUV) 14%. Di samping itu ada segmen kendaraan truk komersial dan pick-up yang terus menggeliat sepanjang 2018 dengan kontribusi sekitar 12%.

Walaupun belum berkontribusi besar, penjualan truk mengalami pertumbuhan signifikan yakni mencapai 40% seiring masifnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

Adapun, untuk jenis low cost green car (LCGC), walaupun memiliki peran cukup baik, pada tahun lalu mengalami pelemahan penjualan sebesar 1,8%.

"Tapi kami perkirakan LCGC masih akan jadi salah satu primadona tahun ini. Kenapa? Karena murah. Dengan harga di bawah Rp200 juta, mobil ini akan jadi pilihan karena daya beli masyarakat sebagaian besar di kisaran itu," jelasnya.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan salah satu faktor yang membuat performa penjualan LCGC melesu adalah munculnya produk-produk baru dari kendaraan roda dua.

Menurutnya, banyak orang yang menahan membeli mobil karena lebih memilih memiliki motor dengan model teranyar.

Satu faktor lainnya adalah, kini, masyarakat kelas menengah ke bawah yang disasar segmen LCGC, lebih melirik untuk menggunakan jasa transportasi roda empat berbasis daring. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya