Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyampaikan bahwa pemerintah pasti sudah memperhitungkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah dari semula 3,7% menjadi 3,5%. Menurutnya, penurunan proyeksi tersebut tidak akan berdampak signifikan kepada ekonomi Indonesia.
Baca juga: Teknologi dalam Jasa Keuangan Harus Diarahkan Secara Tepat
"Saya memperkirakan dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global ini tidak akan sangat signifikan mempengaruhi pencapaian target pertumbuhan 5,3%, artinya walaupun ekonomi global tumbuh melambat, pemerintah masih mungkin mencapai target tersebut," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (23/1).
Pertumbuhan ekonomi global yang melambat, sambung Piter, memang akan berdampak negatif terhadap permintaan global terhadap barang-barang ekspor. Oleh karena itu, menurutnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pemerintah harus memacu permintaan domestik dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Baca juga: Garuda Turunkan Harga Tiket Sebesar 70%
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perlambatan pertumbuhan global juga berpotensi mengundang respons kebijakan fiskal dan moneter negara-negara besar yang lebih longgar. Kebijakan tersebut kemudian akan mendorong aliran modal asing yang masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
"Pemerintah dan juga bank sentral bisa mengikuti dengan mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih longgar agar konsumsi rumah tangga dan investasi bisa tumbuh lebih tinggi," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved