Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN), Gigih Prakoso Soewarto, mengatakan ekosistem bisnis gas nasional seiring berjalannya waktu mengalami perubahan positif. Perusahaan subholding gas BUMN migas itu tengah berupaya menodorng harga gas bisa lebih terjangkau.
"Saat ini, peranan dan kebijakan pemerintah sudah sangat baik untuk mengatur tata kelola komoditas energi gas," terangnya kepada Media Indonesia, Rabu (23/1).
Menurut dia, sektor migas sangat vital dan mempengaruhi banyak lini ekonomi. Dengan demikian peran pemerintah sangat penting untuk memastikan ketahanan energi dapat diwujudkan dalam mendukung semua kegiatan sektor industri yang membutuhkan energi.
Posisi PGN saat ini sebagai subholding Gas Pertamina selaku induk holding BUMN migas, kata dia, sangat penting peranannya untuk memastikan penyaluran gas ke semua pelanggan di sektor industri, rumah tangga, kelistrikan, dan transportasi.
Itu tentunya dengan aksesibilitas yang mudah harga yang wajar dan terjangkau juga meberikan kepastian suplai yang terjamin.
Dengan kedudukan PGN sebagai subholding gas tersebut, jaminan pasokan gas akan diberikan oleh pemerintah dan Pertamina. Di samping itu, PGN akan membangun lebih banyak infrastruktur gas untuk mempermudah aksesibilitas dan dengan sub holding gas.
"PGN juga bisa melakukan agregasi gas untuk penyaluran dengan menggunakan semua infrastruktur gas yang sudah terkoneksi dari Sumatra Utara sampai Jawa Timur. Maka, biaya penyaluran akan semakin efisien dan harga gas bisa lebih kompetitif dan terjangkau," paparnya.
Baca juga: Selaku Subholding, PGN Siap Wujudkan Energi Berkeadilan
Sebelumnya ia juga mengatakan PGN juga diamanatkan untuk melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian Jargas. Target hingga 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional, mencapai 4,7 juta sambungan gas rumah tangga. Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari pemerintah dan seluruh stakeholder.
Menurut dia, distribusi gas bumi oleh PGN masih berjalan pada tren positif. Sampai dengan triwulan ketiga 2018 volume penjualan gas bumi PGN sebesar 849 BBTUD. Jumlah tersebut melesat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 yang mencapai 793 BBTUD, dan periode yang sama tahun 2017 sebesar 767 BBTUD.
"Kinerja yang positif dari PGN Group terutama dipicu kenaikan penjualan gas bumi kepada sektor kelistrikan," jelasnya.
Sampai dengan triwulan ketiga tahun lalu, PGN juga mencatatkan volume transmisi gas bumi sebesar 718 MMSCFD, sedangkan, lifting gas hingga 40.062 BBOE.
Di sisi kinerja keuangan, lanjut Gigih, tren peningkatan juga terjadi. Hingga triwulan ketiga tahun lalu, PGN mencetak pendapatan sebesar USD 2.445 miliar, dimana jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$2.165 miliar.
Catatan paling mengesankan, kata dia, PGN berhasil melaksanakan serangkaian efisiensi yang mendongkrak laba bersih maupun laba operasi. Laba bersih sampai dengan triwulan ketiga 2018 yang ditorehkan mencapai US$218 juta, hal itu ditopang dengan capaian laba operasi yang tinggi, yakni sebesar US$390 juta.
"Segaris dengan catatan positif tersebut, aset PGN juga mengalami peningkatan. Tercatat, pada triwulan ketiga 2018 total aset mencapai US$6,661 miliar. Melesat jika disandingkan dengan jumlah nilai aset US$6,293 miliar pada periode sama 2017," tuturnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved