Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pernyataan International Monetary Fund (IMF) agar negara-negara di dunia mengurangi utang tidak relevan ditujukan ke Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini di atas 5% dengan inflasi di bawah 2%.
"Jadi tidak relevan untuk Indonesia pernyataan itu," kata Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/1).
Baca juga: Supaya Kompetitif, Industri Sektor ESDM Perlu Perbaikan
Untuk diketahui, IMF menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi global adalah dengan mengurangi utang pemerintah.
Sri Mulyani mengatakan bahwa pernyataan tersebut lebih tepat ditujukan bagi negara-negara yang rasio terhadap Produk Domestik Bruto lebih dari 60%. "Jadi untuk negara-negara seperti itu mereka pasti harus lakukan konsolidasi fiskal," katanya.
Sementara, sambung Sri Mulyani, rasio utang Indonesia terhadap PDB di kisaran 30%. "Untuk standar internasional itu rendah sekali. Lihat defisit kita hanya 1,76%, itu termasuk defisit yang kecil," terangnya.
Pernyataan IMF tersebut, dikatakan Sri Mulyani, lebih tepat ditujukan untuk negara-negara yang harus menjaga keseimbangan fiskalnya dengan mengurangi defisit anggaran dan utangnya.
"Italia itu rasio utang terhadap PDB-nya di atas 100%. Negara seperti ini harus menjaga keseimbangan fiskalnya. Bagaimana mereka mengurangi defisit dan utangnya tanpa buat growth-nya melemah. Kalau growth-nya melemah, utangnya menurun maka rasio utangnya tidak akan menurun," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved