Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Chatib Basri mengatakan bahwa keberadaan kelompok kelas menengah menjadi penting. Pasalnya, mereka bisa mendorong tumbuhnya industri kreatif.
"Berkembangnya kelas menengah, industri kreatif itu luar biasa," kata Chatib dalam diskusi Indonesia Bukan Negara Miskin, di Jakarta, Selasa (22/1).
Baca juga: Jonan: Pemerintah Kebut BBM Satu Harga hingga 170 Titik
Chatib menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sudah beralih dalam membeli sesuatu. Masyarakat, kata dia, sudah tidak lagi berorientasi pada kebutuhan, tapi justru pada keinginan.
Selain itu, lanjut Chatib, kelas menengah menjadi penting lantaran mereka bisa mendorong pemerintah untuk membuat suatu kebijakan. Pasalnya, mereka dikenal sebagai kelompok yang suka memberikan komplain kepada pemerintah.
"Kelas menengah itu jadi penting. Kelas menengah bisa jadi agent of change, dia akan memaksa pemerintah untuk menyediakan peralatan atau jasa publik yang lebih baik," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kelas menengah akan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia. Jumlah kelas menengah diperkirakan akan mencapai 85 juta orang pada tahun 2020.
"Kalau suatu ekonomi punya kelas menengah yang jumlahnya sudah di atas 50 juta, itu lebih gede dari negara tetangga kita, berarti Indonesia adalah mesin pertumbuhan yang paling besar karena kelas menengahnya," katanya.
Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan bahwa kelas menengah juga bisa mendorong pertumbuhan konsumsi. Pasalnya, kelas menengah menilai misalnya dari sisi gaya hidup adalah hal yang penting.
Baca juga: Darmin: Pemerintah Cari Cara Antisipasi Perlambatan Ekonomi Tiongkok
Pemerintah, sambungnya, menginginkan kelas menengah bisa terus tumbuh. Untuk itu, ekonomi pun harus tumbuh sehingga masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang memiliki pendapatan yang baik.
"Makanya vokasi penting, skill penting. Sekarang yang namanya knowledge bisa diperoleh dari manapun, tapi pemerintah masih bisa mendorong itu, karena banyak vokasi yang betul-betul teknis," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved