BUMN Bersinergi Bantu Listrik Gratis

Rudy Polycarpus
19/1/2019 04:00
BUMN Bersinergi Bantu Listrik Gratis
(MI/Panca Syurkani)

SINERGI badan usaha milik negara (BUMN) berhasil menyambungkan lebih dari ratusan ribu listrik gratis untuk masyarakat miskin dan rentan miskin di Jawa Barat.  Tercatat, program yang digagas BUMN tersebut hingga akhir tahun lalu telah menyelesaikan 100.970 sambungan listrik gratis untuk masyarakat Jawa Barat.

“Sampai akhir 2018, sudah tersambung dengan baik sebanyak 100.970 KK (kepala keluarga). Yang paling berat bagi warga memang biaya penyambungannya. Untuk itu, BUMN besinergi memberikan bantuan sambung listrik gratis,” ungkap Presiden Joko Widodo saat menyerahkan sertifikat sambungan listrik gratis yang merupakan sumbangan dari hasil sinergi BUMN kepada 30.937 KK di Garut, Jawa Barat, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga berkesempatan mengisikan token dan me­nyalakan listrik empat rumah tangga di Kampung Pasarkolot, Desa Cibatu, Garut.
Sebagai tahap awal, penyambungan listrik gratis dilakukan pada 8 kabupaten/kota dengan sasaran sebanyak 130.248 KK yang tersebar di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Adapun BUMN yang berpartisipasi dalam program sponsorship sinergi BUMN penyambungan listrik gratis untuk masyarakat miskin tersebut sebanyak 34 BUMN dan 1 anak perusahaan. Mereka ialah PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, dan PTPN III Holding (PTPN VIII).

Selain itu, Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, PT KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura 2, Pelindo 2, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP, dan PT Pos Indonesia.

Dalam pelaksanaan program tersebut, masyarakat mendapatkan penyambungan listrik secara gratis dengan daya 450 VA. Daya 450 VA tersebut cukup untuk menggunakan televisi, penanak nasi, dan menyalakan lampu.

Untuk biaya, PLN dan asosiasi instalatir memberikan keringanan biaya penyambungan dan pemasangan ins­talasi sebesar 50% sehingga biaya yang perlu dibayar oleh sinergi BUMN hanya sebesar Rp500 ribu.


Penghematan

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan sebelumnya masyarakat tidak mampu ini menyambung dari tetangga untuk mendapatkan listrik dari PLN. Mereka harus  membayar Rp40 ribu-Rp50 ribu untuk lampu setiap bulannya atau menggunakan penerangan lain seperti lampu teplok.

“Melalui listrik PLN langsung, mereka banyak melakukan penghematan untuk pengeluaran per bulan. Kami harapkan bantuan sambung listrik gratis ini juga nantinya bisa berdampak positif bagi ekonomi warga,” ujar Sofyan melalui keterangan resminya, kemarin.

Sofyan menambahkan program sinergi BUMN membantu warga tidak mampu sesuai dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk membayar biaya pasang baru listriknya. “Sekarang mereka bayar sekitar 30 ribu per bulan listrik PLN. Untuk lampu, televisi, dan penanak nasi, dan alat elektronik lainya,” tegas Sofyan.

Ia pun berharap program tersebut semakin meningkatkan kesejahteraan banyak masyarakat miskin. “Juga, BUMN Hadir untuk Negeri ini tidak henti-hentinya akan terus berupaya kerja nyata meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tutup Sofyan. (AD/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya