Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menargetkan semua holding BUMN yang belum rampung di 2018 harus diselesaikan di kuartal I atau akhir Maret 2019. Menteri Rini ingin holding ini menjadi kado bagi HUT Kementerian BUMN ke-21 tahun ini.
Setidaknya ada beberapa holding yang ditargetkan selesai pada Maret 2019 yaitu holding sektor perumahan yang merupakan carryover atau bawaan dari 2018, kemudian enam holding BUMN baru yang harus selesai segera yaitu sektor asuransi, pertahanan, farmasi, pelabuhan, semen dan sektor kawasan.
Dengan membentuk holding, size atau neraca keuangan perusahaan menjadi lebih besar dan bisa bersaing dengan perusahaan besar lainnya. Sehingga bisa meleverage kemampuan perusahaan untuk mencari pendanaan dan ekspansi bisnis usahanya.
Baca juga: Holding BUMN Perbankan Rampung Semester Pertama 2019
Pada holding farmasi nanti, akan dipimpin oleh Biofarma. Pada holding semen , akan dipimpin oleh PT Semen Kupang. Kementerian BUMN lebih melihat pada perusahaan yang belum terbuka dan dimiliki penuh oleh negara.
"Pada April mendatang, Kementerian BUMN berusia 21 tahun, sudah pada usia dewasa penuh. Jadi saya minta tolong selesaikan holding-holding," ujar Rini Soemarno, di Jakarta, Rabu (16/1).
Alasan pembentukan holding, Menteri Rini jelaskan, supaya pembinaan dan pengawasan dari BUMN terpercaya, dan pruden. Sebab ke depan , BUMN harus berpikir selayaknya korporasi bukan secara birokrasi. Bila pengawasan dan pembinaan tidak berpikir secara korporasi , proses respon dan penyelesaian suatu keputusan tidak akan pernah tepat waktu. Dalam hal korporasi, setiap waktu yang terbuang adalah uang.
"Kalau sudah holding, hal-hal koordinasi saya harap tidak akan makan waktu panjang,"
Lebih lanjut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo menjelaskan pada holding asuransi, akan dipimpin oleh Jasa Raharja, dan masuk di dalamnya Askrindo, Jamkrindo dan semua asuransi BUMN asuransi, kecuali Asabri dan Taspen.
Pada holding keuangan terdiri akan dipimpin oleh Danareksa , terdiri dari empat bank yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BTN, kemudian Pegadaian, Bahana, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Jalin.
Gatot meyakini dengan bank-bank besar milik BUMN bersatu, justru akan mengurangi risiko secara sistemik. Sebelumnya Dirut Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Himbara sedang mengkaji mengenai risiko sistemik bila holding perbankan BUMN dilakukan.
Para anak usaha perbankan yang belum menjadi badan usaha, kata Gatot, tidak perlu lepas dari induknya. Peta jalan untuk mereka,sudah disiapkan , setelah holding keuangan terbentuk.
"Kami sudah punya roadmap sejak 2013 untuk mereka. Untuk holding bank BUMN syariah nanti diatur lagi. Tapi sudah ada roadmapnya. Untuk holding keuangan akan selesai di semester 1. Selesaikan holding asuransi terlebih dahulu," tukas Gatot. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved