Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berharap target ekspor tahun ini dapat tercapai. Kendati demikian, ia mengakui bahwa ekspor di tahun 2019 ini akan menghadapi sejumlah tantangan.
Tantangan itu diantarany pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi melambat dan adanya fluktuasi harga di beberapa komoditas.
"Misalnya sawit dan karet yang diprediksi juga kurang bagus, harga minyak diperkirakan juga masih akan turun," katanya dalam konferensi pers, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/1).
Tantangan lainnya, sambung Suhariyanto, adalah terkait rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan kembali menaikkan suku bunga. "Kita berharap target ekspor tercapai," ucapnya.
Adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi global di tahun ini, kata Suhariyanto, perlu diantisipasi oleh pemerintah sejak awal. Pasalnya, itu akan berdampak pada kinerja perdagangan di global.
Baca juga : Nilai Impor Desember 2018 Turun 9,60% Dibandingkan November 2018
"Itu jadi sebuah tantangan, jadi kita perlu menganstisipasi dari awal apa yang perlu kita lakukan," tandasnya.
Untuk diketahui, nilai ekspor pada Desember 2018 mencapai USD14,18 miliar atau menurun 4,89% dibandingkan ekspor November 2018. Itu disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas.
Ekspor nonmigas Desember 2018 mencapai USD12,43 miliar atau turun 8,15% dibandingkan November 2018. Sementara, ekspor migas masih mengalami kenaikan 27,34% dari USD1,37 miliar menjadi USD1,74 miliar.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2018 mencapai USD180,06 miliar atau meningkat 6,65% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved