Tingkat Ketimpangan Semakin Menurun

Nur Aivanni
15/1/2019 14:51
Tingkat Ketimpangan Semakin Menurun
(MI/MOHAMAD IRFAN )

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Rasio Gini turun tipis menjadi 0,384 pada September 2018.

"Angka ini menurun sebesar 0,005 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,389. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,391, turun sebesar 0,007 poin," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1).

Rasio Gini di daerah perkotaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,391, turun dibandingkan  Maret 2018 yang sebesar 0,401 dan September 2017 yang sebesar 0,404. Sementara itu, Rasio Gini di daerah perdesaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,319, turun dibandingkan Maret 2018 yang sebesar 0,324 dan September 2017 yang sebesar 0,320.        
Selain Rasio Gini, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 % terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia. 

Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40% terbawah angkanya di bawah 12 %, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12,17 %, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 %.       

Pada September 2018, persentase pengeluaran pada kelompok 40 % terbawah adalah sebesar 17,47% yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah. Kondisi ini naik jika dibandingkan dengan Maret 2018 yang sebesar 17,29 % dan September 2017 yang sebesar 17,22 %.    "Hal ini memberikan arti bahwa secara nasional telah terjadi perbaikan tingkat ketimpangan selama periode September 2017-September 2018," ujar Kecuk, panggilan akrabnya.  (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya