Tarif Berkurang hingga 60% Harga Avtur Diminta Turun

Nur/RF/YH/X-7
14/1/2019 08:05
Tarif Berkurang hingga 60% Harga Avtur Diminta Turun
()

SELURUH maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menurunkan tarif tiket penerbangan 20% hingga 60% sejak Jumat (11/1).

Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM juga mendukung untuk menurunkan harga avtur, khususnya di Jakarta, karena harga avtur menjadi variabel terbesar dalam pembiayaan maskapai penerbangan, yakni sekitar 40% hingga 45%.

Ketua Umum INACA Ari Askhara mengatakan hal itu dalam konferensi pers di kawasan SCBD Jakarta, kemarin.

"Di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, kami lebih mendengar keluhan masyarakat atas tingginya harga tiket. Penurunan harga itu akan ditindaklanjuti oleh semua maskapai dengan melakukan efisiensi. Kendati demikian, para maskapai akan tetap berkomitmen tinggi untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan penumpang," tambahnya.

Yang paling penting, lanjut Ari, INACA mendapatkan komitmen positif dari AP1, AP2, Airnav, dan Pertamina supaya bisa mengurangi biaya-biaya yang ditanggung oleh airline.

Terpisah, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan persentase penaikan tarif pesawat terlalu tinggi, yakni mendekati 85%.

"Hal itu membuat masyarakat shocked. Kenaikan terasa lebih berat lagi karena terakumulasi dengan bagasi berbayar oleh maskapai kategori LCC. Idealnya, maskapai menaikkan harga secara bertahap dan tidak terlalu signifikan besarannya. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan insentif pada industri penerbangan nasional agar tarif tetap terjangkau," katanya.

Mahalnya harga tiket belakangan ini berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Belitung, Bangka Belitung, dan industri pariwisata Padang, Sumatra Barat. Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dan masyarakat bahkan mengirimkan nota protes ke Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group seiring dengan lonjakan harga itu.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan paket wisata dan okupansi hotel pun semakin menurun dan yang paling merasakan dampak besarnya ialah UMKM. Hal yang sama dikatakan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanafiah. (Nur/RF/YH/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya