Terminal Teluk Lamong Perlancar Arus Barang

MI
04/4/2015 00:00
Terminal Teluk Lamong Perlancar Arus Barang
(ANTARA/ERIC IRENG)
KELANCARAN arus keluar masuk kapal ke pelabuhan dapat menekan biaya distribusi barang. Oleh karena itu, dalam proyek tol laut, peningkatan kapasitas pelabuhan bongkar muat menjadi keharusan.

Hal itu diungkapkan Corporate Secretary of PT Pelindo III Yon Irawan kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Yon, Pelindo III telah menyelesaikan pembangunan Terminal Multiguna Teluk Lamong, Surabaya, untuk memperlancar arus barang ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

"Keberadaan terminal multiguna ini juga akan mengurangi biaya logistik para eksportir dan importir. Jadi, saya harap bisa mendukung proyek tol laut," kata Yon.

Yon menjelaskan Terminal Multiguna Teluk Lamong sudah mulai beroperasi sejak November 2014, tetapi terbatas melayani arus barang domestik. Pada April tahun ini terminal itu sudah bisa melayani pelayaran internasional. Importir dan eksportir tidak perlu lagi singgah di Singapura seperti selama ini.

"Terminal bisa menampung kapal-kapal besar karena memiliki kedalaman 13 meter," ujar Yon.

Selain itu, Pelindo III telah membangun terminal penumpang, menambah panjang dermaga di Pelabuhan Banjarmasin, memperluas lapangan penumpukan peti kemas, dan membeli empat container crane.

Apabila Terminal Multiguna Teluk Lamong beroperasi penuh, lanjut Yon, setiap tahun dapat menampung 1,5 juta tweenty foot equivalent unit (teu) peti kemas. "Ini mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Perak. Antrean kapal pun diperpendek menjadi tiga hari dari yang biasanya satu minggu.

"Meskipun demikian, pemerintah masih harus membangun akses menuju Terminal Teluk Lamong untuk memperlancar truk menuju pelabuhan. Itu sekaligus dapat mengurangi beban jalan yang selama ini dilalui angkutan logistik.

"Utamanya flyover dari Terminal Teluk Lamong ke tol Surabaya-Gresik untuk mengurangi beban jalan. Kemudian monorel dari Tanjung Perak existing menuju Teluk Lamong," ungkap Yon. (Wib/FL/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya