Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pada tahun ini memproyeksikan ekspor akan mencapai US$175,9 miliar atau tumbuh sebesar 7,5% dari raihan sepanjang tahun ini yang diperkirakan mencapai US$163,6 miliar.
Target tersebut ditetapkan dengan berkaca pada realisasi di 2018. Pada awal tahun lalu, pemerintah menetapkan pertumbuhan ekspor mencapai 11% namun hingga November 2018, angka yang dicapai hanya 7,47%.
Baca juga: Penerapan Bagasi Berbayar Dinilai Wajar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan perlambatan ekonomi dunia menjadi satu faktor utama mengapa target ekspor 2017 tidak terpenuhi dan akhirnya harus menurunkan patokan angka pada tahun ini.
"Pertumbuhan ekonomi global yang terus dikoreksi dari 4,7% menjadi 3,9% dan akhirnya hanya 3,7% jelas mempengaruhi ekspor Indonesia. Kondisinya terus menurun dan itu menunjukkan bahwa memang terjadi perlambatan ekonomi dunia. Bahkan, Tiongkok yang selama ini double digit sampai turun jadi 6,2%. Padahal ekonomi di Tiongkok itu menopang pertumbuhan di dunia termasuk Indonesia," ujar Enggartiasto di kantornya, Jakarta, Kamis (10/1).
Kabar baiknya, pada tahun ini harga komoditi nonmigas seperti minyak kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, udang, kayu gergajian, barang tambang seperti alumunium, tembaga, nikel, dan timah akan menguat hingga 3,9%.
Tahun lalu, pelemahan harga minyak sawit dan karet menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah. Pasalnya, itu membuat nilai ekspor dua komoditas tersebut menjadi tertekan dan tidak mampu berkontribusi maksimal terhadap ekspor.
Namun, pertumbuhan eskpor yang baru mencapai 7,47% hingga November tahun lalu dianggap masih cukup baik karena sudah melebihi Rencana Kerja Pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekspor di kisaran 5%-7%. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved