Kemenkeu Luncurkan SBR005 dengan Minimum Pemesanan Rp1 Juta

Nur Aivanni
10/1/2019 14:12
Kemenkeu Luncurkan SBR005 dengan Minimum Pemesanan Rp1 Juta
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

KEMENTENTERIAN Keuangan membuka masa penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 kepada investor individu secara online atau E-SBN, Kamis (10/1). Masa penawaran tersebut akan berlangsung mulai 10 Januari hingga 24 Januari 2019.

"SBR, bagi negara adalah sebagai instrumen fiskal, bagi kita bisa menikmatinya sebagai alternatif instrumen investasi," kata Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Loto S Ginting usai launching SBR005, di Giyanti Coffee, Jakarta, Kamis (10/1).

Baca juga: Komisi V DPR Tanya Kesiapan Lion Air Soal Penerapan Bagasi Berbayar

Pada penerbitan SBR005 ini, kupon yang ditawarkan sebesar 8,15% per tahun dengan tenor 2 tahun. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel akan dilaksanakan sebanyak 10 kali selama tahun 2019 baik dalam bentuk konvensional maupun syariah.

Investor dapat memesan instrumen ini minimum Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar. Kuota maksimal SBR005 sebesar Rp5 triliun dengan target indikatif Rp2 triliun. Jenis kupon ini bersifat floating with floor,yaitu mengikuti perkembangan suku bunga BI 7 days reverse repo rate dengan kupon minimal.

Loto mengatakan bahwa profil investor SBN online ini akan didominasi oleh kalangan milenial. Sementara dari sisi profesi, sebagian besar didominasi oleh karyawan swasta. Namun, bila melihat dari sisi pembelian akan didominasi oleh pengusaha.

Penawaran SBR005 tersebut, dikatakan Loto, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. "Ini untuk peningkatan kualitas SDM melalui dana pendidikan," katanya.

Baca juga: Kemenhub Izinkan Bagasi Berbayar

Bagi masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR005 dapat membelinya di 11 mitra distribusi yang telah ditetapkan untuk melayani pembelian secara online. Mereka adalah PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), dan PT Investree Radhika Jaya.

Selain itu, juga ada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan enam bank lainnya, yaitu PT Bank Permata Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya