Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pada tiga tahun sebelumnya tidak pernah meraih hasil maksimal, pada 2018, Program Satu Juta Rumah akhirnya mencapai target.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (PU-Pera), per 31 Desember 2018, total hunian yang terbangun mencapai 1.132.621 unit.
“Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid melalui keterangan resmi, Rabu (9/1).
Pada 2015, ketika program baru pertama kali diluncurkan, jumlah hunian yang terbangun hanya 699.770 unit. Pada dua tahun berikutnya, trennya terus meningkat yakni tercapai 805.169 unit pada 2016 dan 904.758 unit di 2017. Secara keseluruhan, sejak 2015 hingga 2018, total hunian baru yang terbangun mencapai 3.542.318 unit.
Ia mengaku melaksanan program Satu Juta Rumah bukahlah hal mudah. Pasalnya, pemerintah, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, hanya mengalokasikan sekitar 20% untuk kegiatan tersebut.
Sisanya, mesti dipenuhi dari skema subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasikitas Likuisitas Pembayaran Perumahan (FLPP) dengan porsi 30%.
"Selebihnya merupakan rumah yang dibangun pengembang perumahan secara formal serta masyarakat secara swadaya,” ucapnya.
Baca juga: Program Satu Juta Rumah Bisa jadi Percontohan
Dari capaian 1.132.621 unit di 2018, sebesar 69% atau 785.641 unit ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 31% atau 346.980 unit untuk non-MBR.
Dalam pembangunan rumah MBR, Kementerian PU-Pera berkontribusi dengan mendirikan 217,064 unit. Angka itu terdiri dari rumah susun sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit dan rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.
Sementara, kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat sebesar 111,821 unit. Porsi paling banyak jatuh kepada pengembang yang menciptakan 447.364 hunian MBR. Ada pula masyarakat yang membangun secara swadaya sebanyak 8.934 dan program CSR menyumbang 458 unit.
Untuk rumah non-MBR, sebanyak 290,656 unit dibangun pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.
Pada tahun ini, Khalawi optimistis program Satu Juta Rumah akan berjalan lebih baik lagi sehingga capaian pada akhir tahun nanti akan mampu melebihi angka di 2018. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved