Paket Kebijakan Ekonomi 16 Perkuat Industri

Cahya Mulyana
05/1/2019 14:55
Paket Kebijakan Ekonomi 16 Perkuat Industri
(Ist)

WAKIL Ketua Komisi VI, Inas Nasrullah, mengatakan paket kebijakan ekonomi 16 yang akan efektif dijalankan pada Februari 2019 memberikan banyak manfaat. Kemudian relaksasi daftar nefatif investasi (DNI) tidak akan mengganggu pelaku usaha dalam negeri dan fokus untuk mendatangkan investasi besar.

"Tidak ada perubahan dari keputusan pembaharuan yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu perluasan fasilitas tax holiday, relaksasi DNI, dan pemberian insentif perpajakan saja dalam paket kebijakan ekonomi 16 itu," terangnya kepada Media Indonesia, Sabtu (5/1).

Relaksasi DNI sudah berdasarkan analisa matang pemerintah yang mendasarkannya pada perlindungan terhadap ekonomi nasional berikut pelaku usahanya. Dengan begitu, ia menilai tidak perlu ada kekhawatiran atas kelangsungan industri kecil dan menengah.

 

Baca juga: Perpres DNI Masih Diproses di Setkab

 

Lebih dari itu, lanjut Inas, kebijakan tersebut nantinya dapat mendorong pelaku usaha dari masuknya foreign direct investment (FDI) . Dengan begitu persoalan pertumbuhan ekonomi dapat teratasi dari peningkatan arus modal masuk.

Ia mengatakan, peningkatan FDI dapat mendorong pertumbuhan industrialisasi, penyerapan tenaga kerja, transfer knowledege dan menggerus ketergantungan terhadap baran impor. 

"Termasuk memperkuat nilai tukar rupiah," pungkasnya. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya