Konsumsi Baja Tanah Air Meningkat, Impor Masih Tinggi

Andhika Prasetyo
04/1/2019 12:45
Konsumsi Baja Tanah Air Meningkat, Impor Masih Tinggi
(ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN)

TREN konsumsi baja di Tanah Air cenderung meningkat dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan data PT Krakatau Steel (persero) Tbk, penggunaan baja untuk keperluan dalam negeri pada 2009 tercatat hanya 7,4 juta ton. Angka itu terus tumbuh setiap tahunnya hingga pada 2018 mencapai 14,2 juta ton. Artinya, selama sembilan tahun tersebut, konsumsi baja nasional tumbuh 7,9%.

Kendati sudah mengalami pertumbuhan, konsumsi baja di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan negara tetangga dan negara lainnya di Asia.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, mengungkapkan konsumsi baja di sebagian negara tetangga di ASEAN telah mencapai 300 kilogram (kg) per kapita per tahun. Bahkan, di Korea Selatan sudah sebesar 1.000 kg per kapita per tahun. Sementara, di Indonesia baru 50 kg per kapita per tahun.

"Kalau dilihat angkanya sekarang, kita punya potensi yang sangat besar untuk terus bertumbuh. Terlebih sekarang pemerintah sedang menggiatkan pembangunan infrastruktur," ujar Silmy di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (4/1).

 

Baca juga: Isu Perlambatan Ekonomi AS Dorong Rupiah Terapresiasi

 

Namun Silmy menyayangkan, dari total konsumsi 14,2 juta ton pada 2018, sebanyak 55% masih harus dipenuhi dari impor dengan nilai US$7,9 miliar. Adapun, selama lima tahun terakhir, Indonesia mengalami defisit nilai impor baja sebesar US$30,2 miliar.

Silmy menyebutkan masifnya impor baja dalam beberapa tahun terakhir terjadi lantaran produk lokal masih belum mampu bersaing dari sisi harga.

Terlebih, harga baja di tingkat global juga mengalami pelemahan sejak 2011 hingga 2015 karena produksi berlebih di Tiongkok. Sampai pada akhirnya, Negeri Tirai Bambu memutuskan untuk memangkas produksi hingga 30 juta ton sehingga membuat harga kembali menguat.

"Kami akan terus dorong penggunaan baja di sektor pembangunan infrastruktur, tidak hanya untuk baja tulang tapi juga sebagai girder, jalan layang dan jembatan dan itu sudah direspon dengan baik oleh Kementerian PU-Pera dan BUMN. Ini akan bisa meningkatkan konsumsi per kapita per tahun," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya