Pelaku Pasar Modal Mesti Menjaga Integritas

(Try/X-12)
03/1/2019 10:15
Pelaku Pasar Modal Mesti Menjaga Integritas
(MI/ROMMY PUJIANTO)

DI tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan global yang memberikan tekanan ke emerging market hampir di sepanjang tahun lalu, industri pasar modal Indonesia mampu mencatatkan kinerja cukup baik.

Hingga akhir 2018, indeks harga saham gabungan (IHSG) memang ditutup dengan koreksi 2,54% ke level 6.194,50. Namun, koreksi itu masih salah satu yang terendah di antara bursa utama kawasan Asia Pasifik. Bahkan IHSG menjadi terbaik di ASEAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menorehkan total penghimpunan dana Rp166 triliun.

Meski demikian, saat membuka perdagangan perdana BEI pada 2019, kemarin, di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut di antara prestasi yang diraih, pasar modal dalam negeri tidak luput dari sejumlah kasus yang ditimbulkan emiten.

Karena itu, ia mengingatkan agar selain menargetkan lebih banyak perusahaan melantai di bursa pada 2019, pengelola BEI memastikan dari segi kualitas, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa harus meningkatkan integritas dan tata kelola.

"Penting untuk meningkatkan integritas perusahaan dan menurunkan risiko di pasar modal. Integritas menjadi first line dari good governance setiap pemain pasar modal," ujar Darmin.

Ia meyakini bila para pemainnya berintegritas, pasar modal bukan hanya akan menjadi pelengkap pembiayaan, melainkan menjadi salah satu pilihan utama pendanaan perusahaan.

Terkait dengan hal itu, Certified Technical Analyst (CTA) Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM) Aria Santoso sepakat integritas dan tata kelola pelaku pasar modal perlu ditingkatkan supaya lebih baik.

"Menurut saya, regulasi dan etika di pasar modal Indonesia semakin lama akan semakin baik, tapi itu bertahap," ujarnya, kemarin.

Ia mencatat, ada sejumlah hal yang belum diatur otoritas bursa sehingga meski secara tata kelola dan etika dinilai tak sesuai, tetap sulit disebut pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan capaian pasar modal domestik selama 2018 mencerminkan kepercayaan investor dan pelaku pasar modal terhadap fundamen ekonomi Indonesia terjaga.

"Kami berharap akan menyaksikan pencapaian rekor baru kinerja pasar modal pada akhir 2019 nanti," ucap Wimboh.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya